batampos.co.id – Dam Duriangkang mengalami penyusutan air hingga minus 3,15 meter per 10 maret 2020, dari permukaan bangunan pelimpah. Selain itu kondisi waduk duriangkang semakin memprihatinkan.
Waduk Duriangkang merupakan waduk terbesar yang melayani 80 persen kebutuhan air bersih di Kota Batam saat ini.
Waduk tersebut menyuplai kebutuhan air untuk 225.909 pelanggan. Direktur ATB, Benny Andrianto, mengatakan, penyusutan di Dam Duriangkang semakin parah.
“Water rationing merupakan langkah untuk menghemat persediaan cadangan air baku tersedia yang bersumber dari air hujan,” ujarnya, Kamis (12/2/2020).
Mengingat, curah hujan sempat berkurang signifikan beberapa waktu lalu, mengakibatkan air baku di lima Dam yang dikelola PT ATB mengalami penyusutan.

“Terpaksa kita memberlakukan program water rationing di wilayah suplai Dam Duriangkang,” katanya lagi.
Berikut area yang terdampak dari akibat penyusutan air di Dam Duriangkang yaitu:
1. Kecamatan Batam Kota:
Batam center, Batam Kota, Kepri Mall dan Sukajadi.
2. Kecamatan Batuaji:
Tanjung uncang dan Aviari
3. Kecamatan Sagulung
Tembesi dan Kavling lama.
4. Kecamatan Lubukbaja
Nagoya, Baloi, Pelita dan Baloi Mas.
5. Kecamatan Seibeduk
Panbil dan Tanjungpiayu.
6. Kecamatan sekupang
Marina
7. Kecamatan Batuampar
8. Kecamatan Bengkong
9.Kecamatan nongsa
Kabil, punggur
Head of Secretary PT ATB, Maria Y Jacobus, menjelaskan bahwa jadwal penggiliran dilakukan dengan cara dua hari off dan 5 hari on.
“Untuk skenario satu, mati air di hari Kamis dan Minggu dan skenario dua, mati air di hari Sabtu dan Minggu,” jelasnya.
Skenario penggiliran akan dimulai sejak Sabtu (15/3/2020) mendatang.
“Tujuan penggiliran untuk memperpanjang umur dam hingga 23 hari sampai 6 Juli 2020. Tanpa penggiliran hanya bertahan hingga 13 Juni 2020,” jelasnya.(nto)
