batampos.co.id – Sudah hampir dua bulan Batam dilanda musim kemarau, selain krisis air, suhu udara meningkat hingga 32 derajat celcius.
Kepala Seksi Data dan Informasi (Kasi Datin) Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas l Hang Nadim Batam, Suratman, menyampaikan, suhu udara saat ini masih terbilang normal.
“Suhu ini sebenarnya masih normal, yang membuat panas karena lapisan awannya tipis,” jelansya, Kamis (12/3/2020).
Kata dia, lapisan awan yang tipis membuat sinar matahari langsung sampai kepermukaan bumi.

“Ini mengakibatkan penguapan tinggi, sehingga disamping terasa panas juga gerah,” ujarnya.
Selain itu salah seorang warga Batam, Nurliya, mengatakan suhu panas dan gerah dirasakan sudah hampir tiga minggu terakhir.
“Rasa panas dan gerah mulai pukul 11.00 hingga 22.00 WIB mas, bahkan hampir setiap ruangan yang ada kipas, kita nyalakan semua, jelasnya.
Nur berharap musim kemarau yang melanda Batam cepat berakhir dan meminta agar hujan turun.
“Supaya tidak panas lagi dan debu tak bertebaran,” tutupnya.(nto)
