batampos.co.id – Setelah menginfeksi lebih dari 121 ribu orang di dunia dan melumpuhkan aktivitas sejumlah negara, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akhirnya menyatakan virus Korona jenis baru atau COVID-19 sebagai pandemi global pada Rabu (11/3). Virus yang baru muncul selama 3 bulan terakhir itu telah dengan cepat menyebar ke seluruh benua.

“Dalam dua minggu terakhir jumlah kasus di luar Tiongkok telah meningkat 13 kali lipat dan jumlah negara yang terkena dampak telah meningkat tiga kali lipat,” kata Direktur Jenderal WHO Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus seperti dilansir dari CNBC.

Dia mengatakan hal itu pada konferensi pers di kantor pusat organisasi di Jenewa. Dalam beberapa hari dan minggu ke depan, pihaknya melihat jumlah kasus dan jumlah kematian dan jumlah negara yang terkena dampak bisa naik lebih tinggi.

Tedros mengatakan beberapa negara telah menunjukkan kemampuan untuk menekan dan mengendalikan wabah. Namun beberapa pemimpin dunia dinilai gagal bertindak cukup cepat atau cukup drastis untuk menahan penyebaran.

“Kami sangat prihatin dengan tingkat penyebaran dan keparahan yang mengkhawatirkan, dan dengan tingkat kelambanan yang mengkhawatirkan,” katanya.

“Kami telah membunyikan bel alarm dengan keras dan jelas,” kata Tedros.

Kasus-kasus di Tiongkok dan Korea Selatan telah menurun secara signifikan. Dia menambahkan bahwa 81 negara tidak memiliki kasus yang dikonfirmasi dan 57 negara memiliki hanya 10 kasus atau kurang.

“Semua negara masih dapat mengubah arah pandemi ini. Beberapa negara sedang berjuang dengan kekurangan kapasitas. Beberapa negara sedang berjuang dengan kekurangan sumber daya. Beberapa negara sedang berjuang keras,” tukasnya.

Jumlah kasus dan kematian berubah setiap jam, melampaui 121.564 dengan setidaknya 4.373 kematian di seluruh dunia pada Rabu pagi (11/3) menurut data yang dikumpulkan oleh Universitas Johns Hopkins. Di luar Tiongkok, dengan 32.778 kasus di setidaknya 109 negara telah dikonfirmasi.

Tedros berdalih bahwa WHO sebelumnya tidak menyatakan pandemi, karena sebagian besar kasus Coronavirus masih ditelusuri kontaknya dan belum ada bukti apa pun bahwa virus tersebut menyebar bebas di masyarakat.

Direktur Eksekutif Program Kedaruratan Kesehatan WHO, Dr. Mike Ryan juga memperingatkan warga dunia. “Bangun. Bersiaplah. Virus ini mungkin sedang dalam perjalanan dan Anda harus siap,” tegasnya.(jpg)