batampos.co.id – Progres pembangunan jalan tol di Batam terus berlanjut. Sesuai dengan amanah dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 58/2016, proyek strategis itu akan menghubungkan Batuampar menuju Mukakuning dan berakhir di Bandara Hang Nadim. Pemerintah pusat telah menunjuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Hutama Karya sebagai eksekutor proyek tersebut.
“Hutama Karya ditunjuk pemerintah pusat. Mereka akan segera lakukan lelang untuk menunjuk rekannnya dalam proyek ini,” kata Direktur Infrastruktur Kawasan Badan Pengusahaan (BP) Batam, Imam Bahroni, Sabtu (14/3).
Hutama Karya telah selesai menentukan trase jalan tol yang akan dibangun nanti.
“Saat ini, mereka dibantu Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia (UI) tengah studi kajian untuk menghitung pengembalian investasi dari kemampuan masyarakat dalam membayar jasa jalan tol,” ungkapnya.

Imam menuturkan, jalan tol ini nanti akan menghubungkan kawasan industri di Batuampar dengan Mukakuning dan berlanjut ke bandara sebagai hub internasional.
“Sebenarnya kami juga masih usulin agar bisa terus ke arah Jembatan Ba-
tam-Bintan,” ucapnya.
Tapi, imam belum mengetahui kapan proyek strategis tersebut akan mulai dibangun.
“Prosesnya ada di Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Sesmenko). Beliau yang tahu itu. Satu yang jelas yang menentukan seberapa urgennya jembatan tersebut adalah pasar. Karena kan dibiayai oleh masyarakat,” ungkapnya lagi.
Sebelumnya Komisi III DPRD Kota Batam Werton Panggabean mengatakan, pembangunan jalan tol di Batam harus dipikirkan dengan baik. Kalau memang harus dibangun, maka harus menggunakan jalan yang baru.
“Artinya tidak boleh jalan yang sudah ada sekarang. Kalau memang studinya sudah layak, tak apa-apa. Namanya pembangunan harus kita terima,” katanya. (leo)
