Sabtu, 25 April 2026

Kecelakaan di Galangan Kapal, Kadisnaker: Perusahaan Harus Bertanggungjawab Penuh

Berita Terkait

batampos.co.id – Insiden kecelakaan kerja yang menewaskan Rihat Aruan di lokasi galangan kapal Bandar Abadi Batam di Tanjunguncang, Sabtu (15/3) disayangkan Kepala Dinas Ketenaga Kerjaan Kota Batam Rudi Syakiakirti.

Rudi berharap pihak perusahaan bertanggungjawab penuh atas kejadian tersebut. Korban- korban yang terluka ataupun meninggal dunia diperhatikan sepenuhnya sesuai aturan undang-undang tenaga kerja yang berlaku. “Dan yang lebih penting adalah bagaimana agar kedepannya ini tidak terjadi lagi,” ujar Rudi, Minggu (15/3).

Kejadian ini bisa saja karena kelalaian sehingga perlu penanganan lebih lanjut dari kepolisian. “Itu tugas kepolisian. Kami menyayangkan kejadian ini. Semoga jadi pelajaran agar tidak terjadi lagi kedepannya,” kata Rudi.

Baca Juga: Begini Kronologi Ledakan di Galangan Kapal yang Tewaskan Pekerja

Sementara hasil penyelidikan sementara oleh kepolisian, insiden kebakaran di ruangan mesin kapal tugboat yang sedang diperbaiki ini diduga karena minimnya pengawasan dari manajemen perusahaan. Ini berdasarkan informasi kronologis kejadian yang disampaikan Kanit Reskrim Polsek Batuaji Iptu Theo.

Antara pekerja, tim pengawas atau safety tidak ada komunikasi yang baik sehingga saat pekerja lain membuka main hole tangki BBM kapal, ada lagi pekerja lain yang melakukan pemotongan dengan alat las di lokasi yang sama. Percikan api dari aktifitas pemotongan tadi menyambar ke dalam tangki BBM sehingga membakar seisi ruangan mesin kapal. “Itu yang sementara kita dapat. Ini masih terus didalami,” ujar Theo.

Pihak perusahaan yang dijumpai di RSUD saat menjenguk korban yang meninggal belum memberikan keterangan apapun terkait masalah ini. Mereka malah menyarankan media untuk tidak membesar-besarkan masalah tersebut sebab mereka bertanggungjawab penuh terhadap para korban.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, kebakaran terjadi di Tugboat Maju Jaya yang sedang dok atau perbaikan di kawasan galangan kapal PT Bandar Abadi, Sabtu (14/3). Kebakaran ini melukai tujuh pekerja. Setelah menjalani perawatan medis, Rihat Aruan, seorang korban meninggal dunia karena luka bakar di sekujur tubuhnya. Enam lain masih menjalani perawatan medis di RSUD dan Klinik.(eja)

Update