Minggu, 5 April 2026

90 Sampel Terkait Corona di Kepri Dikirim ke Pusat

Berita Terkait

batampos.co.id – Meski Batam dan Kepri masih aman dari virus corona upaya-upaya  pencegahan terus dilakukan pemerintah. Salah satunya dengan melakukan penanganan pada orang yang diduga terpapar virus tersebut.

“Alhamdulillah, Kepri masih aman,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kepri, Tjetjep Yudiana, Minggu (15/3/2020).

Sejauh ini kata dia, di Kepri sudah 90 sampel yang dikirim ke pusat, baik sampel Pasien Dalam Pengawasan (PD) atau suspect maupun sampel Orang Dalam Pemantauan (ODP).

ODP adalah warga negara Indonesia (WNI) atau warga negara asing (WNA) yang masuk ke Indonesia dari negara yang terkonfirmasi di wilayahnya terjadi penularan COVID-19.

“Yang sudah diketahui hasilnya yakni 83 dan negatif. Sekarang masih menunggu hasil lab tujuh lainnya,” jelasnya.

Tjetjep menyebutkan, dari tujuh orang tersebut, terdapat lima PDP yang masih ditunggu hasil pemeriksaannya.

Saat ini, mereka diisolasi di sejumlah rumah sakit di daerahnya yang masih ditunggu hasil pemeriksaannya.

Saat ini, mereka diisolasi di sejumlah rumah sakit di daerahnya masing-masing.

“Dua di Tanjungpinang, dua di Batam, dan satu di Tanjungbalai Karimun,” jelasnya.

Menurut dia, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan sampel dari kelima PDP tersebut. Ia berharap yang terbaik bagi Kepri.

“Kita tunggu hasil laboratoriumnya, kita berharap hasilnya negatif,” imbuhnya.

Penyemprotan disinfektan di Masjid Raya batam Centre. Foto: Humas Polda Kepri untuk batampos.co.id

Sementara untuk ODP, pihaknya terus mengumpulkan informasi dari daerah-daerah se-Kepri.

Data sementara ini, di Tanjungpinang ada enam ODP, sedangkan di Batam satu. Pihaknya masih menunggu informasi dari daerah lain.

Untuk diketahui, penanganan ODP yakni dikarantina. Sejatinya ODP merupakan orang  yang sehat namun dikarantina karena dicurigai sebagai pembawa virus atau carrier.

“Soal ODP ini, sebenarnya angka cepat berubah karena ada yang masih dilacak. ODP
ini siapapun yang kontak dengan PDP, itulah ODP walaupun tidak sakit,” jelasnya.

Untuk itu, pihaknya akan meningkatkan sistem informasi perkembangan Covid-19 di Kepri, sehingga dapat memberikan informasi yang senada.

“Seperti Jakarta, setiap pukul 17.00 WIB disampaikan data per hari, kami akan per-
baiki ini di Kepri,” ucapnya.

Selain mengawasi pintu masuk, pemerintah juga mengawasi pekerja yang melakukan magang ke luar negeri, terutama di negara terjangkit.

Seperti disampaikan Kepala Disnaker Kota Batam, Rudi Sakyakirti, Sabtu (7/3/2020) lalu,
ada sepuluh pekerja salah satu perusahaan di Batamindo kembali ke Batam telah melakukan perjalanan ke Jepang untuk kepentingan pelatihan.

“Mereka menjalani observasi di rumahnya masing-masing, tidak masuk kerjadulu,” kata Rudi lagi.(gie,iza,she)

Update