batampos.co.id – Insiden kecelakaan kerja di lokasi galangan kapal PT Bandar Abadi Batam di Tanjunguncang yang menewaskan Rihat Aruan, Sabtu (14/3/2020) lalu, disesalkan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, Rudi Sakyakirti.
Kepala Dinas meminta perusahaan bertanggung jawab penuh atas kejadian tersebut.
Korban-korban yang terluka ataupun meninggal dunia, harus diperhatikan sepenuhnya sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku.
”Yang lebih penting adalah bagaimana agar ke depannya ini tidak terjadi lagi,” ujar
Rudi, Minggu (15/3/2020).
Kecelakaan kerja ini, sambung dia, bisa saja karena kelalaian. Sehingga perlu penanganan lebih lanjut dari pihak kepolisian.
”Itu tugas kepolisian. Tapi kami menyayangkan kejadian ini. Semoga jadi pelajaran agar tidak terjadi lagi ke depannya,” kata Rudi.
Kanit Reskrim Polsek Batuaji, Iptu Theo, mengatakan, berdasarkan informasi kronologis kejadian dan hasil penyelidikan sementara, insiden terjadi di ruangan mesin kapal tugboat yang sedang diperbaiki.
Pihaknya menduga peristiwa itu terjadi karena minimnya pengawasan dari manajemen perusahaan.
Antara pekerja dan tim pengawas, kata dia, tidak ada komunikasi yang baik sehingga saat pekerja lain membuka mainhole tangki BBM kapal, ada lagi pekerja lain yang melakukan pemotongan dengan alat las di lokasi yang sama.
Percikan api dari aktivitas pemotongan tadi menyambar ke dalam tangki BBM sehingga membakar seisi ruangan mesin kapal.
”Itu yang sementara kita dapat. Ini masih terus didalami,” ujar Theo.(eja)
