batampos.co.id – Masa observasi 68 ABK Diamond Princess berakhir Minggu (15/3). Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) Operasi Bantuan Kemanusiaan di Pulau Sebaru Kecil mengantarkan mereka hingga Dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Tanjung Priok, Jakarta. Selanjutnya, para kru kapal pesiar itu difasilitasi pulang ke daerah asal masing-masing.
Berbeda dengan seremoni pelepasan 188 ABK World Dream pada Sabtu (14/3), tidak ada upacara di Kolinlamil kemarin. Seremoni pelepasan dilakukan di atas KRI Semarang-594. Setelah kapal bantu rumah sakit tersebut merapat ke dermaga, mereka langsung diarahkan turun dan naik bus yang sudah disiapkan.
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I Laksamana Madya TNI Yudo Margono menjelaskan, seremoni dilakukan di kapal agar lebih efisien dan ringkas. ”Daripada kemarin (Sabtu, Red) melibatkan banyak orang, lalu-lalang, dan sebagainya,” ungkap Yudo.
Yang penting, kata dia, seluruh ABK Diamond Princess sehat. Kondisi itu ditegaskan melalui sertifikat sehat dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). ”Sehingga mereka bisa kembali ke alamat masing-masing,” kata Yudo. Bukan hanya ABK Diamond Princes, seluruh petugas yang menjemput dari Jepang juga mendapat sertifikat sehat.
Pria yang ditugasi untuk memimpin Kogasgabpad Operasi Bantuan Kemanusiaan di Pulau Sebaru Kecil itu menyebutkan, kali terakhir para ABK dicek kondisinya sebelum naik KRI Semarang-594 kemarin pagi. ”Sampai saat ini (kemarin, Red) tidak ada yang positif (Covid-19). Semuanya negatif, dinyatakan sehat,” imbuhnya.
Kepala Pusat Krisis Kemenkes Budi Sylvana menambahkan, 68 ABK Diamond Princess yang sudah menjalani observasi diminta cepat melapor apabila merasakan gejala-gejala tertentu. Budi meyakinkan sudah ada komunikasi dan koordinasi dengan seluruh dinas kesehatan di daerah.
Namun, Budi memastikan seluruh ABK Diamond Princess sehat. ”Mereka kami kasih health alert card (HAC) atau kartu kuning. Kemudian, nanti di daerah kami minta untuk melapor secara mandiri jika mengalami gangguan kesehatan,” katanya.
Sementara itu, Direktur Manajemen Penanggulangan Bencana dan Kebakaran Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal menyatakan, 68 ABK World Dream tersebut berasal dari sebelas provinsi. ”Total sebelas daerah, sebelas provinsi, termasuk Jakarta,” ungkapnya. Mereka langsung dijemput Pemda DKI dari titik temu.
Sementara itu, ABK yang berasal dari Jawa Barat diantarkan ke daerah asal melalui jalur darat. Sisanya, kru kapal dari daerah lain, diterbangkan dengan menggunakan pesawat. ”Ada yang hari ini juga (kemarin, Red) langsung terbang. Sebagian menginap karena baru besok pagi (hari ini, Red) mereka ada pesawat,” jelas dia.
Kemendagri sudah memberikan data 68 ABK Diamond Princess itu kepada sebelas pemda. ”Untuk membantu pengantaran sampai kediaman. Termasuk monitoring jika terjadi sesuatu,” ucapnya.
Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto menyatakan bahwa misi observasi untuk ABK Dream World dan Diamond Princess telah selesai. ”Sekarang tinggal 20 orang (petugas) yang masih tinggal,” ungkap dia.
Mereka yang tinggal akan melakukan penyemprotan disinfektan. Selain itu, menyeleksi limbah yang berpotensi menularkan Covid-19. Dengan begitu, Pulau Sebaru Kecil ditinggalkan dalam kondisi bersih.
Selain ABK Diamond Princess dan World Dream, pemerintah memulangkan ABK Grand Prince dari Amerika Serikat. Total 57 orang pulang dan akan dikarantina mulai hari ini. Pemerintah kembali menyiapkan Natuna sebagai tempat karantina. ”Kita memiliki cara bekerja dan bertindak secara keseluruhan tidak ada membeda-bedakan,” ujarnya.(jpg)
