batampos.co.id – Pemerintah sedang mempersiapkan skema pembelian elpiji 3 kilogram (kg) atau gas melon, menggunakan kartu brizzi.
Nantinya, yang bisa mendapatkan kartu brizzi adalah warga yang telah terdata sebelumnya untuk penyaluran gas melon melalui suatu pangkalan di suatu wilayah.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Gustian Riau, mengatakan, data yang akan digunakan kelak yakni data yang kini ada pada pangkalan dan agen.
”Data ini sudah ada tembusannya di Pertamina juga. Data itu sebenarnya sudah tepat. Cuma tidak dijalankan,” kata Gustian, Minggu (15/3/2020).
Menurut dia, jika membuat data baru, tentu akan membutuhkan waktu yang lama. Namun demikian, ia mengatakan, data tentu akan mengalami pembaruan di kemudian hari.
”Pembaruan data pasti ada,” kata dia.
Ia menyebutkan, pada sistem baru kelak, salah satunya mengatur distribusi sehingga satu orang tidak lagi mendapat gas dengan jumlah banyak lalu menjual kembali.
Dengan kata lain, memutus mata rantai pengecer.
”Pasti nanti dibatasi, namun berapa jumlahnya belum keluar aturannya,” ujar dia.
Sebelumnya, Gustian mengatakan, pembelian elpiji 3 kg ini akan mengunakan kartu brizzi.
Kebijakan ini direncanakan mulai berlaku bulan ramadan atau sekitar bulan Mei 2020 ini.
Saat ini, pihaknya bersama Pertamina tengah mendata seluruh pangkalan gas bersubsidi di Batam.
Selain itu, sosialisasi tentang penggunaan kartu brizzi untuk pembelian gas bersubsi juga sudah berjalan.
Dikatakan Gustian, pangkalan resmi gas melon untuk seluruh Batam jumlahnya lebih dari 1.600 pangkalan.
Sedangkan untuk agen gas bersubsidi seluruh Batam ada tujuh agen. Sementara itu Unit Manager Communication & CSR Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I, Roby Hervindo, mengatakan, rencana pembelian gas melon dengan kartu brizzi atau fuel
card adalah inisiasi pemerintah daerah.
”Iya memang ada, masih pembicaraan awal. Tahapan selanjutnya belum ada,” terang Roby kepada Batam Pos, Minggu (15/3/2020).
Menurut dia, jika memang aturan itu diterapkan, maka harus jelas seperti apa prosedur
dan mekanismenya.
Lalu, siapa saja nanti yang akan menerima gas bersubsidi tersebut.
”Kami menunggu dari pemerintah daerah alurnya dan mekanismenya seperti apa. Secara sistem, kami siap untuk melaksanakan,” ujar Roby.
Di sisi lain, Roby menjelaskan selama ini Pertamina sudah menerapkan sistem cashless pembelian gas dari agen ke pangkalan.
Sehingga nantinya, jika pembelian gas melalui kartu brizzi oleh masyarakat diterapkan, pihaknya sudah siap.
”Di Batam sudah 100 persen diterapkan,” tegas Roby.(iza)
