Sabtu, 11 April 2026

Writer, Artis Seni Jalanan Batam Semarakkan Indo Graffiti Day

Berita Terkait

batampos.co.id – Geliat seni jalanan Kota Batam menunjukkan denyutnya Minggu (15/3/2020) siang.

Beberapa orang terlihat asyik melampiaskan hasrat seninya di salah satu tembok di Jalan Raja Ali Haji, Nagoya, Batam.

Melalui seni mural, graffiti dan, ilustrasi yang dituangkan di atas media tembok, seniman jalanan yang ingin disebut ‘Writer‘ ini bersemangat menggambar di salah satu sudut lokasi yang sering disebut Tanah Longsor.

Koordinator aksi, Rama (24), mengutarakan, dia bersama lima artis jalanan lainnya sudah dari pagi hari menggambar di lokasi tersebut.

“Ini kami lagi ikut mengikuti Indo Graffiti Day, gelaran buat seniman membuat karya jalanan serentak di 58 kota di seluruh Indonesia,” tutur Rama.

Ia menjelaskan, Indo Graffiti Day adalah event para artis jalanan di 58 Kota di seluruh Indonesia serempak menelurkan karyanya di gelaran yang di inisiasi oleh Gardu House.

Gardu House merupakan sebuah komunitas yang aktif mendorong seni jalanan berasal dari Ibukota, Jakarta.

Kata dia, Indo Graffiti Day 2020 ini merupakan kali pertama event diselenggarakan.

“Jadi sengaja kita dari seniman Batam ingin mengikuti event ini untuk mengangkat seni jalanan yang ada,” terang Rama.

Salah seorang writer, artis seni jalanan Kota Batam, melukis dinding di ruas Jalan Raja Ali Haji, Kota Batam. Foto: batampos.co.id/Azis Maulana

Ia menjelaskan, untuk mengembangkan seni jalanan yang menurut Rama sempat meredup, dia pun berkoordinasi dengan pihak Gardu House agar bisa ambil bagian dalam gelaran ini.

“Kita sempat berkomunikasi dengan Gardu House, agar Batam bisa ikut serta. Ternyata bisa, nanti hasil karya yang kita buat juga ditampilkan di akun instagram Gardu House bersama dengan kota-kota lain. Kan membanggakan juga,” ujarnya.

Selain untuk mengangkat seni jalanan yang ada di Batam, Rama pun berharap lewat usahanya ini bisa mengembangkan artis jalanan pula.

“Kita kan juga berharap semoga kedepannya banyak orang yang lihat mungkin juga tertarik untuk ikut,” tuturnya.

Mural yang dibuat lanjutnya bukan bernada kritik ataupun pesan moral, Writer di Batam hanya ingin mengeluarkan hasrat seninya yang dituangkan di atas tembok.

Di antara beberapa jenis seni lukisan tembok, Rama memilih genre ilustrasi dengan cat semprot sebagi alatnya.

Rama mengakui, sedari kecil dia sudah hobi menggambar dan karena kesukaannya itu dia pun mencari media lain yang lebih menantang untuknya.

“Memang lebih ada tantangan saja di tembok ini, kita bisa mengekspresikan di sana,” sebutnya.

Rama yang sebenarnya juga bekerja di salah satu perusahaan minyak terkemuka milik asing itu pun mengaku bahagia jika telah melampiaskan gejolak seninya.

Bahkan hobinya ini pun ternyata bisa menghasilkan juga. Rama bersama temannya yang lain acap kali diminta untuk melukis di beberapa lokasi.

Seperti pengakuan Dimas (26), salah seorang yang turut memeriahkan gelaran Indo Graffiti Day 2020 di Batam.

Menurut Dimas, dia bersama teman-teman artis jalalan lain kerap memenuhi pesanan mulai dari cafe-cafe sampai perusahaan milik negara.

“Memang sering juga ada pesanan begitu, banyak cafe-cafe, perusahaan, pemerintahan juga,” tutur Dimas.

Bukan main-main dalam satu kali pengerjaan mural di suatu lokasi, Dimas dan teman-temannya dibayar mulai ratusan ribu sampai ratusan juta rupiah.

Namun begitu, Dimas yang juga berprofesi sebagai Barrista ini mengaku kalau hal ini hanya merupakan hobi yang dibayar.

Sebanyak enam karya Graffiti dari artis ramawardani, jinakmerpati, betatiga, dimas_irlingga, dayatsaktian, dan berawalp terpampang di tembok Tanah Longsor sore itu.

Hasil kreasi dari enam artis jalanan sore ini dikatakan menggunakan konsep warna kuning dan ungu magenta.

“Supaya indah saja dilihatnya, kalau warna senada begitu,” pungkas Rama.

Indo Graffiti Day 2020 ini serentak dilaksanakan di Banda Aceh, Medan, Batam, Padang, Jambi, Palembang, Lampung, Pontianak, Palangkaraya, Muara Teweh, Banjarmasin, Sampit, Samarinda, Balikpapan, Tenggarong.

Kemudian, DKI Jakarta, Banten, Bandung, Bekasi, Depok, Tasikmalaya, Karawang, Sukabumi, Tegal, Semarang, Kediri, Kudus, Pekalongan, Klaten, Salatiga, Yogyalarta, Surabaya, Jombang, Tuban, Sidoarjo, Blitar, Lumajang, Malang Jember, Bali, Lombok, Kupang, Palu, Makassar, Pare-pare, Kendari, dan Sorong.(zis)

Update