INI kali, catatan kecil saya agak beda dari biasanya. Jika biasanya terbit dulu di edisi cetak koran Batam Pos, baru kemudian di-upload ke edisi online (Batam Pos Online/BPOL), maka mulai tulisan kali ini langsung diterbitkan oleh editornya ke BPOL.

Pembaca, sebagai bentuk tanggung jawab saya sebagai Ketua PWI Kepri, beberapa waktu lalu saya sudah membuat pernyataan terkait pemberitaan seputar wabah virus corona atau sering disebut covid-19 itu.

Mengapa demikian, karena media juga punya tanggung jawab untuk menenangkan suasana, memberikan kesejukan di tengah masyarakat kita yang dalam hari-belakangan ini dilanda kemasygulan akibat virus jahat itu.

Sebagai mana pernah diberitakan jaringan media online (siber) se-Kepri, terkait bencana menyebarnya virus corona (convid-19) serta semakin massifnya berita media nasional dan lokal, media mainstream/konvensional maupun media online, PWI Provinsi Kepri sependapat dengan Dewan Pers bahwa media di Tanah Air diharapkan lebih mengedepankan pemberitaan bernuansa sejuk, menenangkan, memberikan imbauan, dan bersifat solutif.

Menurut saya, ini diperlukan untuk tetap menjaga moral dan semangat masyarakat dalam menghadapi musibah global ini di hari-hari ke depan.

Entah kapan berakhirnya. Bahkan Kepala BNPB Pusat Doni Monardo, Selasa (17/3/2020), memprediksi, situasi ini akan terjadi hingga Mei 2020. Ini artinya, hingga usai Ramadan?!

Oleh sebab itu, media juga diharapkan tidak terlalu mengekspose data korban secara vulgar untuk menjaga semangat korban dan keluarganya dalam menghadapi cobaan serta untuk memberikan rasa tenang kepada masyarakat luas.

Media juga diharapkan untuk memberitakan sisi edukasi apa dan bagaimana virus ini serta upaya-upaya menghindari dari kemungkinan penularan serta bagaimana mengatasi dampaknya.

Sebagai Ketua PWI Kepri, saya juga berharap kepada segenap awak media untuk lebih berhati-hati dalam menjalankan tugas-tugas kewartawanannya dengan memperhatikan kesehatan, kebersihan diri, keluarga, keamanan lokasi liputan, pihak yang diwawancarai, serta venue-venue yang dikunjungi dalam rangka liputan.

Demikian juga kepada masyarakat Kepri, diharapkan untuk tetap tenang dan rasional, jangan mudah mempercayai info yang terlalu banyak beredar di media sosial, grup chatting, yang belum tentu valid dan teruji kebenarannya.

Utamakan mencari sumber referensi dari sumber resmi pemerintah dan melalui media yang terverifikasi, serta jelas sumbernya.

Untuk sementara, kepada masyarakat, kurangi pertemuan dalam jumlah massif dan berinteraksi di luar rumah (social distancing), lebih memilih aktivitas indoor, sambil tetap menjaga kesehatan, makan, minum, dan ibadah.

Dampak lain ketika kurangnya pemahaman, yakni kemungkinan terjadinya “panic buying” (membeli kebutuhan dalam jumlah banyak), yang hanya akan membuat situasi menjadi semakin tidak kondusif.

Belanja secukupnya saja, tidak menimbun barang, penuhi kebutuhan harian sesuai kebutuhan. Insya Allah pemerintah daerah telah menyiapkan langkah-langkah antisipatif terhadap pengamanan kebutuhan sembako masyarakat.

Supaya adil, kepada pemerintah daerah, saya juga berharap segera lakukan langkah konkret dan penting untuk mengantisipasi semua kemungkinan.

Tingkatkan koordinasi bersama forkominda, stake holders, dan seluruh pihak, temasuk dengan semua asosiasi pengusaha dalam rangka menjamin tersedianya stok sembako secara aman dan harga yang pantas.

Saya dengar, Pemprov Kepri, Pemko Batam, dan beberapa pemda sudah membentuk gugus tugas (task force).

Di atas itu semua, lakukan tes, tes, dan tes kepada (mestinya) seluruh warga. Sebab, Anda tak tahu pada siapa virus itu telah mengena, sampai Anda mendeteksinya!

Yang tak kalah penting, kepada tokoh agama, pemuka masyarakat, tokoh pemuda, pimpinan ormas, OKP, paguyuban, diharapkan ikut menenangkan ummat dan masyarakat serta meningkatkan nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong.

Tidak ada masalah yang tak dapat diselesaikan selama rakyat, ulama, pemerintah, semua stake holders bersatu dan bahu-membahu.

Mari kita bertenang di arus virus ini. Semoga musibah ini segera berlalu. Sebab, bulan Ramadan pun sudah di depan pintu. Aamiin… *

candra catatan kecil