batampos.co.id – Personel kepolisian mengawasi aktivitas belanja masyarakat yang melakukan pembelian kebutuhan pokk dalam jumlah banyak.
Pasalnya hingga saat ini Rabu (18/3/2020), aktivitas borong bahan kebutuhan pokok masih terjadi di Batuaji dan Sagulung.
Kapolsek Batuaji, Kompol Syafruddin Dalimunthe, mengatakan, pihaknya menanggapi serius aktifitas panic buying tersebut.
“Kita langsung turun melakukan pengawasan dan pengecekan,” jelasnya.
Ia melanjutkan, masyarakat yang berbelanja dalam jumlah banyak diberi pengertian bahwa tindakan seperti itu tidak perlu dilakukan.
Karena lanjutnya belum ada kebijakan apapun dari pemerintah terkait lackdown.
“Tidak saja pasar atau toko sembako, apotek juga kami datangi. Berbelanja dalam jumlah banyak atau sifatnya borong kita larang. Ini murni kepanikan saja makanya, kita juga berikan pengertian biar masyarakat tak terlalu panik seperti itu,” ujarnya.

Pihaknya juga mengimbau pemilik toko atau supermarket market untuk tidak melayani pembelian dalam jumlah banyak.
Dengan harapan pendistribusian sembako merata kepada semua masyarakat yang membutuhkan.
Dari pantau batampos.co.id, masyarakat banyak membeli beras, gula, telur dan minyak goreng.
Mereka khawatir jika aktivitas kota benar-benar dibatasi, akan kesulitan mendapatkan pasokan bahan kebutuhan pokok nantinya.
Masyarakat yang mendatangi pusat perbelanjaan, supermarket ataupun toko sembako umumnya berbelanja dalam jumlah yang banyak. Beras khususnya yang dibeli masyarakat umumnya di atas 20 kg.
Seperti di salah satu supermarket di pasar Aviari. Pembelian beras dalam jumlah yang banyak terjadi sejak pagihingga siang ini.
Bahkan pekerja di supermarket tersebut menyebutkan panic buying ini terjadi sejak Senin (16/3/2020) lalu.
“Biasanya tak seperti ini. Mungkin panik orang makanya pada belanja banyak. Biasanya yang paling laris beras karung 5 sampai 10 kg. Sekarang pada nyari yang 25 kg. Telur dan minyak gorengpun demikian umumnya diborong,” kata Haris, seorang pekerja.
Rusdi seorang warga yang dijumpai sedang berbelanja mengakui sangat takut apabila Kota Batam benar-benar lockdown.
Dalam benaknya, dia akan kesulitan mencari toko atau supermarket yang menjual bahan kebutuhan pokok nantinya.
“Makanya distok biar tak kesusahan nanti. Banyak anggota keluarga saya jadi harus beras yang 25 kg (yang dibeli),” ujarnya.(eja)
