batampos.co.id – Pasien anak berusia sebelas tahun berkewarganegaraan Singapura masih dirawat intensif di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam, Batuaji. Ia dilarikan ke rumah sakit, Selasa (17/3), saat tiba di Pelabuhan Feri Batam Center karena demam tinggi, sekembali dari plesiran ke berbagai negara yang terjangkit virus corona.
“Iya, masih dirawat di ruang isolasi. Masih dalam pengawasan ekstra,” ujar Direktur RSUD Embung Fatimah Batam, Ani Dewiyana, Rabu (18/3).
Ani membenarkan pasien 11 tahun itu merupakan warga negara Singapura yang datang berkunjung ke Batam. “Mamanya orang Batam sini, cuma anaknya ini sekolah di Singapura dan tercatat sebagai warga negara Singapura. Karena ada riwayat perjalanan ke negara-negara lain, maka ditangani sesuai prosedur dan aturan yang ada,” jelasnya.
Baca Juga: Anak 11 Tahun Diisolasi di RS Embung Fatimah Batam
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan kondisi anak itu saat ini mulai membaik. Untuk dugaan awal anak ini menderita pneumonia plus dengan gejala sesak napas. “Karena baru kembali dari perjalanan luar Batam, jadi kami isolasi di rumah sakit,” kata dia, kemarin (18/3).
Anak ini masuk dalam kategori orang dalam pengawasan (ODP). Tim kesehatan sudah mengambil sampel pasien untuk dilakukan uji laboratorium. Hasilnya akan segera didapatkan dalam minggu ini. “Alhamdulillah, kondisinya membaik pasca mendapatkan perawatan di rumah sakit. Kami berharap hasilnya negatif,” imbuhnya.
Mengenai orangtua pasien, Didi mengatakan, keduanya dalam keadaan sehat. Untuk saat ini tidak dilakukan pemeriksaan hingga menunggu hasil anaknya keluar. “Kalau positif, baru orangtuanya kami periksa juga. Kita tunggu dulu hasil lab-nya keluar,” ungkapnya.
Dokter spesialis kandungan ini menjelaskan, untuk ODP tersebut pihaknya melakukan penanganan sesuai protokol yang diberikan Kementerian
Kesehatan. Pengambilan sampel akan dilakukan di hari pertama dan kedua. Pasien juga diisolasi hingga hasil tes keluar. Sementara itu, tim medis juga mengawasi setiap perkembangan anak.
“Saat ini Kepri sudah ada satu yang positif. Batam harus waspada, patuhi imbauan yang sudah dikeluarkan. Untuk anak yang tengah libur, harap berada di rumah sesuai edaran yang sudah ada,” sambungnya.(eja/yui)
