Sabtu, 25 April 2026

Hadiri Ijtima Ulama Dunia di Gowa Ribuan Peserta WNA Harus Diisolasi

Berita Terkait

batampos.co.id – Istana memastikan ribuan jemaah yang menghadiri acara Ijtima Ulama Dunia 2020 Zona Asia di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan bakal segera dipulangkan. Sebab, pemerintah daerah (Pemda) Provinsi Sulawesi Selatan bersama aparat keamaan telah meminta acara itu untuk dibatalkan.

Pembatalan acara itu, karena saat ini Indonesia masih dalam proses tanggap darurat virus korona atau Covid-19. Terlebih imbauan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk tidak membuat acara keramaian selama masa tanggap darurat berlangsung.

“Hari ini (Kamis, 19 Maret 2020) semua peserta akan dipulangkan dengan pengawalan melalui bandara dan pelabuhan,” kata juru bicara Presiden, Fadjroel Rachman dikonfirmasi, Kamis (19/3).

Presiden Jokowi, kata Fadjroel, mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada semua pihak yang dengan tulus ikhlas mematuhi himbauan pembatasan sosial atau social distancing untuk menghindari atau menangkal penyebaran Covid-19.

“Insya Allah dengan Gotong Royong Kemanusiaan ini, kita bersama-sama akan keluar sebagai pemenang melawan pandemi Covid-19, di Indonesia dan di seluruh dunia,” ucap Fadjroel.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyerahkan sepenuhnya pemulangan warga negara asing (WNA) yang menghadiri Ijtima Ulama Dunia 2020 Zona Asia di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Sepenuhnya merupakan tanggung jawab Pemda terkait untuk memastikan kesehatan para peserta. “Menjadi tanggung jawab pemerintah Sulawesi Selatan, mereka yang ngecek,” ucap Agus.

Kendati demikian, Agus menyarankan agar para WNA itu untuk dilakukan tes kesehatan. Hal ini untuk memastikan para WNA yang hadir dalam acara Ijtima Ulama Dunia 2020 Zona Asia tidak ada gejala atau terinfeksi virus korona. “Kita hanya menyarankan, tanggung jawabnya ada di Pemda Sulawesi Selatan,” harapnya.

Terpisah, Bupati Gowa, Sulawesi Selatan, Adnan Purichta Ichsan Yasin Limpo menyatakan, dibatalkannya gelaran acara Ijtima Ulama Dunia 2020 Zona Asia karena mendapat informasi kalau acara itu tidak mendapat izin. Menurutnya, masyarakat yang mengadukan hal itu tidak melarang kegiatan, namun waktunya yang tidak tepat di tengah penularan pandemi virus korona.

“Masyarakat kita itu sangat bersahabat dengan siapa saja dan senang dikunjungi. Kegiatan ini dinanti oleh masyarakat kita, tetapi jika itu dalam situasi dan kondisi normal. Tapi sekarang berbeda, ada hal luar biasa terjadi yang masalahnya sama dihampir seluruh dunia yakni COVID-19,” ujar Adnan seperti dilansir Antara, Kamis (19/3).

Dalam kesepakatan yang terbangun antara pihak pengamanan dengan penyelenggara kegiatan, dicapai kata sepakat untuk menunda kegiatan, para peserta juga menerima dilokalisir sambil menunggu jadwal pemulangan ke negara masing-masing. “Kita sepakat mengisolir diri sementara di lokasi kegiatan sampai menunggu jadwal pemulangan ke negara masing-masing,” tukasnya.

Untuk diketahui, gelaran Ijtima Ulama Dunia 2020 Zona Asia sebetulnya akan berlangsung sejak 19-22 Maret 2020. Acara tersebut dihadiri oleh ribua jemaah tabligh dari berbagai negara, diantaranya Thailand, Malaysia, India, Brunai, Pakistan Timor Leste, Arab Saudi, Filipina dan Bangladesh.(antara)

Update