batampos.co.id – Kondisi Pelabuhan Feri Internasional Batam Center semakin sepi, Rabu (18/3/2020), setelah Singapura melakukan pembatasan kunjungan WN Indonesia dan status lockdown Malaysia.
Meski begitu kapal yang telah memiliki jadwal keberangkatan wajib berangkat meski hanya membawa satu orang penumpang.
Manager Operasional Pelabuhan Feri Internasional Batam Center, Nika Astaga, mengatakan, dua hari terakhir jumlah penumpang jauh menurun.
Apalagi pasca pembatasan kunjungan ke Singapura dan status lockdown Malaysia.
“Jumlah penumpang bisa dihitung, biasanya bisa sampai 10 ribu, sekarang seratusan saja,” terang Nika kepada Batam Pos, Rabu (18/3/2020).

Pada kemarin saja, jadwal kapal yang berangkat ke Singapura ada 11 trip. Sedangkan untuk Malaysia tidak ada sama sekali, kecuali memberangkatkan WN Malaysia dan menjemput WN Indonesia di Malaysia.
“Lockdown tak ada kapal masuk dan keluar. Namun, masih bisa berlayar untuk menjemput orang Indonesia dan mengantar WN Malaysia. Jadi yang ke Malaysia hari ini
(Rabu, red) ada 7 trip,” sebutnya.
Secara keseluruhan ada 18 trip kapal yang berangkat kemarin. Jumlah itu jauh menurun yang sebelumnya sampai 77 trip per hari.
“Dari 11 kapal ke Singapura, kami belum bisa pastikan semua berangkat. Mana tahu ada yang cancel berangkat. Kemarin (Selasa, 17/3, red) saja, kapal hanya memberangkatkan satu orang penumpang, dan sore harinya 4 orang,” kata Nika.
Dijelaskannya, operator kapal tak bisa secara mendadak membatalkan keberangkatan, karena sudah ada koordinasi dengan negara tujuan.
“Bahkan kosong pun berangkat, seperti tadi pagi (kemarin, red) ada dua kapal ke Malaysia yang berangkat kosong,” jelas Nika lagi.(she)
