batampos.co.id – Tanda-tanda berakhirnya wabah virus korona jenis baru atau COVID-19 di tempat asalnya yakni Tiongkok semakin nyata. Tiongkok melaporkan tidak ada lagi tambahan kasus Coronavirus secara lokal. Ini pertama kalinya terjadi sejak epidemi dimulai.

Secara nasional, negara ini mencatat hanya ada 34 infeksi baru dan semuanya dari luar negeri. Angka kematian terbaru juga turun ke angka 8 jiwa kematian baru seperti dilansir dari South China Morning Post, Kamis (19/3).

Seorang ahli epidemiologi Tiongkok terkemuka Zhong Nanshan, mengatakan, tanpa intervensi yang kuat, Coronavirus tidak akan hilang. “Saya pikir banyak negara harus mengambil tindakan berdasarkan mekanisme intervensi yang dilakukan oleh Tiongkok,” kata Zhong dalam konferensi pers, Rabu (18/3).

“Sekarang Eropa sedang mengalami gelombang pertama wabah. Jumlah kasus yang dikonfirmasi masih akan bertambah. Saya sarankan mereka mengambil langkah-langkah yang lebih kuat untuk bertahan. Mereka harus menguji dan mengkarantina keluarga dan kontak dekat orang yang terinfeksi, jangan menunggu sampai gejala muncul,” kata Zhong.

Tetapi para kritikus mempertanyakan keakuratan data Tiongkok, yang telah menyebabkan kebingungan. Para profesional medis baik di Tiongkok maupun di luar negeri juga mempertanyakan apakah Beijing menutupi epidemi itu terutama pada tahap awal. Yakni kasus pertama di Tiongkok setelah ditelusuri terjadi pada November.

Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok sedniri mengatakan, virus korona pertama kalinya terjadi di provinsi Hubei. Total korban meningal di sana adalah 3.245 jiwa. Jumlah total infeksi sekarang mencapai 80.928. Sebanyak 70.420 pasien telah pulih.(jpg)