Sabtu, 25 April 2026

Cegah Penyebaran Virus Corona, Seribu Petugas Sisir Warga Batam

Berita Terkait

batampos.co.id – Pemko Batam akan memperketat ruang lingkup interaksi masyarakatnya setelah salah satu warga Batam dinyatakan positif mengidap penyakit covid-19.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, menjelaskan, sejumlah kegiatan yang melibatkan lebih dari sepuluh orang akan dibubarkan.

Tempat-tempat keramaian juga akan disisir, seperti diskotek dan lainnya.

“Tim gugus corona akan menyisir seluruh area di Batam, hingga tingkat kelurahan untuk menemukan warga Batam yang diduga mengidap gejala virus corona atau Covid-19,” katanya, Kamis (19/3/2020).

Menurutnya jika ada warga yang mengalami batuk dan demam tinggi akan langsung dikarantina di Asrama Haji dan aset milik BP Batam lainnya.

“Empat hari lalu sudah rapat dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopinda) dan juga ulama. Jadi sepakat bentuk tim selesaikan permasalahan ini,” jelasnya.

Ilustrasi

Tim lanjutnya sudah dibentuk dan Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad ditunjuk menjadi ketuanya.

“Kita butuh dukungan fasilitas, dan fasilitas BP bisa digunakan,” ujarnya.

Tim yang disebut Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 ini, akan mulai menyisir Batam setelah alat pelindung diri (APD) dan dana dari pengusaha sudah diterima Pemko Batam.

“Tim akan sisir masyarakat Batam, agar yang terindikasi Covid-19 dengan gejala demam, pilek, mual-mual, dan mungkin sesak nafas, akan dibawa ke rumah sakit,” paparnya.

“Baik itu RS tipe C dan B. Saya ingin Batam bebas corona, jadi harus disisir tapi yang terindikasi saja,” tuturnya.

Ia mengaku diperlukan biaya cukup besar, apalagi tim yang mau diturunkan ini sangat banyak, sekitar 1.000 orang.

Melibatkan unsur Pemko Batam, BP Batam, aparat, hingga ke tingkatan terkecil seperti RW dan RT.

“Anggaran ini terbatas, hanya Rp 4 miliar. Jadi kita minta tolong dari pengusaha. Jika ada dapat yang terindikasi, maka dibawa ke rumah sakit dan biayanya ditanggung negara,” jelasnya.

Sebagai tambahan fasilitas, pihaknya sudah mempersiapkan Asrama Haji sebagai tempat karantina pasien dalam pengawasan (PDP).

“Kalau tak muat di rumah sakit, saya siapkan Asrama Haji yang muat 800 orang. Saya juga suruh aset BP Batam berupa rumah kosong untuk dibersihkan. Jadi suspect dibawa ke sana semua agar bisa betul-betul diperiksa,” tegasnya.

Untuk APD, ia akan berkoordinasi dengan dunia usaha di Batam agar segera mendatangkannya.

Dana yang sebelumnya sudah terkumpul Rp 6,4 miliar akan diupayakan bertambah hingga di atas Rp 15 miliar.

“Saya rapat di BP, saya minta yang ada koneksi di
Jakarta untuk cari masker. Meski mahal harus dibeli. Ini butuh 3.000 masker,” paparnya.(iza,leo,yui,gie,opi)

Update