batampos.co.id – Dinas Perindustrian dan Perdagangan
(Disperindag) Kota Batam siap melakukan operasi pasar jika diperlukan, seiring mencuatnya kasus corona di Kota Batam.
Namun, program tersebut belum dilakukan karena stok dan harga bahan pokok terpantau masih aman.
”Rencana operasi pasar tentu ada. Kami sesuaikan dengan kondisi yang ada,” jelas kata Kepala Disperindag Kota Batam, Gustian Riau, Kamis (19/3/2020).
Ia menjelaskan, sementara ini semua kebutuhan masih cukup dan harganya masih aman.
“Maka belum perlu lakukan operasi pasar dulu,” jelasnya.
Ia menyebutkan, Batam kini telah memiliki asosiasi distributor yang telah dihimpun Disperindag Batam, Agustus 2019.

Ia menyebut koordinasi pihaknya dan asosiasi tersebut akan mudah dilakukan.
”Kalau operasi pasar ini sudah dirasa diperlukan, barulah kami langsung koordinasikan dengan distributor,” ujar dia.
Ia mengaku, pihaknya terus melakukan pemantauan harga-harga bahan pokok. Hal ini juga seiring arahan Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI.
”Harga ini kami evaluasi tiga hari sekali, lalu kami laporkan ke pemerintah pusat,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian dan TNI untuk mengantisipasi adanya penimbunan bahan pokok.
Kepolisian dan TNI akan melakukan pengamanan di lokasi penjualan bahan kebutuhan pokok tersebut.
”Tapi kalau saya, atas nama Ketua Tim Gugus Tugas Penanganan corona, masyarakat tidak perlu panik soal sembako di Batam, semua tercukupi,” ujarnya.
Ia mengaku sudah mendapatkan laporan dari Disperindag Kota Batam dan tidak ada masalah dengan ketersediaan sembako.
Namun, kelangkaan hanya terjadi pada peralatan kebersihan seperti hand sanitaizer dan masker.
”Kalau sembako, hanya beberapa orang saja yang mengalami panic buying ini. Persoalan bahan kebutuhan pokok situasi untuk dua sampai tiga bulan ke depan di Batam tidak ada masalah,”
tuturnya.(iza)
