Selasa, 28 April 2026

Internet Lemot, Sekolah dan Kuliah di Rumah Tak Efektif

Berita Terkait

batampos.co.id – Kebijakan belajar jarak jauh atau dari rumah belum berjalan mulus. Urusan akses internet jadi keluhan paling banyak. Hal tersebut disampaikan pengamat kebijakan publik Lina Miftahul Jannah. Menurut dia, kebijakan Kemendikbud supaya proses sekolah dan kuliah dijalankan di rumah secara online tidak berjalan efektif.

Bahkan, di kampus Universitas Indonesia (UI) tempat dia mengajar, banyak mahasiswa yang kesulitan akses internet untuk menjalankan perkuliahan jarak jauh berbasis online. Lina juga menyoroti proses belajar anak-anak di rumah. ’’Saya sudah lapor ke ketua KPAI,’’ kata dia, Kamis (19/3).

Laporan tersebut berkaitan dengan adanya guru yang semena-mena memberikan tugas ke anak-anak. Padahal, guru yang bersangkutan tidak mengajarkan materi kepada anak-anak. Menurut dia, belajar di rumah itu tidak berarti setiap hari siswa dikirimi tugas tanpa ada proses pengajaran.

Susahnya akses internet disampaikan orang tua murid Mualifah, 45. Menurut dia, saat awal kegiatan belajar mengajar (KBM) online dimulai, dirinya berinisiatif mengunduh aplikasi belajar online untuk sang putra Fachrizal, 15. Dengan begitu, pelajar MTSN Tlasih, Sidoarjo, tersebut tak akan tertinggal pelajaran. ”Tapi, internetnya kadang lemot. Jadi, videonya putus-putus,” ujarnya.

Untung, pihak sekolah mengambil kebijakan lain. Yakni, memberikan tugas melalui aplikasi WhatsApp. Penyelesaian tugas juga wajib dilaporkan dalam grup aplikasi itu. ”Jadi, memang kan ada grup antara guru dan wali murid. Lebih enak koordinasinya,” paparnya.

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Unifah Rosyidi mengatakan, belajar jarak jauh tidak hanya melalui aplikasi belajar online. Aplikasi WhatsApp pun dapat dimanfaatkan. ”Di sini memang baru terasa bahwa kita belum punya sistem online yang kredibel. Tapi, menurut saya, saat ini yang penting semua berjalan dulu,” ujarnya.

Bagi dia, yang utama saat ini bukan sekadar efektivitas belajar mengajar. Tapi, bagaimana menjaga siswa dari persebaran virus Corona. Memastikan mereka aman di rumah dan tidak menganggap momen ini sebagai liburan. ”Guru juga dimohon agar tetap kerja dari rumah. Yang paling penting, kepala sekolah dan dinas punya SOP bahwa tetap ada pembelajaran,” ungkapnya.

Guru dan murid yang kesulitan dengan jaringan internet untuk mengakses aplikasi khusus untuk belajar online tak perlu khawatir. Banyak jalan menuju Roma. Lewat telepon, guru bisa memberikan tugas seperti project base learning yang dapat dikerjakan anak dan orang tua.

Tentunya, dengan memperhatikan kompetensi dasar dan usia anak. Misalnya, anak kelas I SD bisa diminta untuk menanam kacang hijau yang kemudian diamati setiap hari.(jpg)

Update