batampos.co.id – Pemerintah Singapura mengonfirmasi kasus kematian pertama akibat virus Korona jenis baru atau COVID-19. Pada Sabtu (21/3), otoritas terkait Singapura melaporkan dua pasien positif virus Korona di negara mereka meninggal dunia. Itu menjadi kasus kematian pertama akibat COVID-19 di negara tersebut.

Kementerian Kesehatan Singapura mengatakan seorang wanita Singapura berusia 75 tahun dan seorang pria Indonesia berusia 64 tahun meninggal pada Sabtu (21/3) pagi.

Hingga saat ini, Sabtu (21/3), Singapura telah mengonfirmasi 385 kasus positif virus Korona. Dan, baru Sabtu (21/3), dilaporkan kasus kematian yakni dua orang. Pasien yang berhasil disembuhkan sebanyak 131 orang.

“Saya tahu warga Singapura akan khawatir dan cemas. Tetapi kita harus berani dan tidak menyerah pada ketakutan kita,” sebut Gan Kim Yong, Menteri Kesehatan Singapura, seperti dilansir Reuters.

Wanita Singapura yang meninggal memiliki riwayat penyakit jantung kronis dan hipertensi. Dia dirawat intensif selama 26 hari.

Sementara itu, sebelum kedatangannya di Singapura pada 13 Maret, pria Indonesia yang meninggal dirawat di rumah sakit karena pneumonia, dan memiliki riwayat penyakit jantung. Dia meninggal setelah sembilan hari dalam perawatan intensif di Singapura.

Singapura telah meningkatkan langkah sosialnya, termasuk menangguhkan semua pertemuan yang terdiri dari 250 orang atau lebih dan menyarankan perusahaan untuk meminta staf untuk bekerja dari rumah.

Semua orang termasuk warga negara dan penduduk Singapura, yang memasuki negara tersebut harus melakukan karantina sendiri selama 14 hari. Pemerintah Singapura juga menyarankan warganya untuk tidak melakukan perjalanan ke luar kota dan negara. (jpg)