batampos.co.id – Menyebarnya virus Covid-19 menimbulkan ke prihatinan berbagai pihak, salah satu anggota DPRD Batam, Hendrik.
Ia pun mengajak warga Batam untuk melaksanakan salat tolak bala agar terhindar dari virus yang mematikan tersebut.
“Doa tolak bala itu bisa dilakukan di rumah ataupun di tempat ibadah masing-masing pemeluk agama,” katanya, Minggu (22/3/2020).
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), itu menjelaskan, dengan adanya musibah virus corona, jangan justru menjauhkan masyarakat dari rumah ibadah.
“Justru harus mendekat ke rumah ibadah, tingkatkan ibadah dan berdoa agar musibah ini mereda,” ujarnya.
Hendrik juga meminta agar pemerintah menginstruksikan seluruh masyarakat Batam agar melaksanakan doa tolak bala sesuai dengan keyakinan masing-masing.
“Kalau bisa dilakukan serentak usai melaksanakan ibadah masing-masing, baik itu di rumah maupun di rumah ibadah masing-masing. Tidak harus berkumpul, berdoa saja di rumah masing-masing,” ujar Hendrik lagi.

Hendrik juga berharap pemerintah dapat memberikan alat-alat kesehatan di rumah-rumah ibadah.
Salah satunya alat pengukur suhu. Agar semua jemaah yang datang ke rumah ibadah dapat diketahui kesehatannya.
Hal yang sama lanjutnya juga harus dilakukan di tempat-tempat pelayanan umum atau bisnis.
Seperti hotel, mall, perbankan, bandara, pelabuhan, dan lainnya dapat mengukur suhu tubuh pengunjung dan menyediakan hand sanitizer.
“Kita minta pemerintah menyediakan call centre siaga corona. Kalau ada masyarakat terbukti terindikasi virus dan dikarantina 14 hari, agar pemerintah menanggung biaya hidup keluarganya,” jelasnya.
Ia mencontohkan apabila suspect corona terjadi pada pengemudi ojek yang menjadi tulang peunggung keluarganya.
Saat dikarantina, pemerintah harus menanggung biaya dan kebutuhan keluarga yang ditinggalkannya.
Hendrik meminta agar masyarakat tidak panik dan membeli sembako dalam jumlah banyak.
Kepada seluruh pedagang di Batm, Hendrik memohon utnuk tidak mengambil kesempatan pada musibah virus corona.
“Kita minta kepolisian menindak bos-bos pedagang, kalau ada terbukti menimbun sembako. Bila perlu sidak gudang-gudang sembako,” tegas Hendrik.
Ia menjelaskan, dampak virus corona salah satunya adalah perlambatan ekonomi dan daya beli masyarakat rendah.
“Jangan sampai harga sembako naik. Kalau ada pengusaha nakal, harus ditindak. Ini perlu kerja sama stakeholder lintas sektoral,” pungkas Hendrik.(ash)
