batampos.co.id – Sebanyak 12 pesawat membawa 140 ton material bangunan Rumah Sakit Infeksi Pulau Galang, dalam beberapa hari ini.
Jenis pesawat yang membawa material untuk pembangunan rumah sakit tersebut, C130
Hercules. Kadisops Lanud Hang Nadim, Mayor Wardoyo, mengatakan satu pesawat dapat membawa sekitar 12 ton material.
”Kami mendapat informasi, bahwa ada tiga kali pengiriman lagi yang akan datang ke Ba-
tam,” katanya, Minggu (22/3/2020).
Terkait jenis material yang datang, Wardoyo, mengatakan, kebanyakan terdiri dari par-
tisi, filter, respirator udara dan kelengkapan untuk bangunan lainnya. Selain dengan pesawat, material bangunan juga dibawa dengan menggunakan kapal.
”Bahan material ini tidak ditumpuk di Hang Nadim. Langsung dibawa ke Galang,”
ujarnya.
Selama di Bandara Hang Nadim pegawasan penurunan barang di bawah TNI AU. Namun saat pengawalan di bawah arahan kepolisian.
”Polresta Barelang yang kawal hingga sampai tujuan,” ucapnya.
Demi mempercepat pembangunan Rumah Sakit Infeksi di Pulau Galang tersebut, TNI AU siap kapan saja membongkar barang-barang yang datang.
”Kapanpun kami siap,” tuturnya.

Dari pantauan Batam Pos material itu begitu turun dari pesawat langsung dimasukan
ke dalam truk-truk yang telah disediakan.
Begitu satu pesawat dibongkar, barang tersebut langsung dibawa dengan pengawalan dari polisi.
Sebelumnya, Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, menyebutkan, pembangunan ditar-
get hanya dua sampai tiga minggu.
Ini sesuai arahan dari Presiden dan pembangunan tidak hanya bangunan untuk observasi, tetapi juga fasilitas pendukungnya, seperti rumah dokter dan perawat, dapur umum, gudang, laundry, dan lainnya.
Basuki menjelaskan, pembangunan fasilitas observasi penyakit menular di Pulau Galang dibagi menjadi 3 Zonasi.
Yakni Zona A meliputi gedung penunjang seperti mes petugas, dokter dan perawat,
gedung sterilisasi, gedung farmasi, gedung gizi, laundry, gudang dan power house.
Zona B meliputi fasilitas penampungan dan fasilitas pendukung seperti ruang isolasi, ruang observasi, laboratorium, ruang sterilisasi, GWT, Central Gas Medik, instalasi
jenazah, landasan helikopter (helipad), dan zona utilitas.
Dan terakhir Zona C peruntukannya untuk tahap berikutnya (menyesuaikan kebu-
tuhan) dengan memanfaatkan cadangan lahan.(ska/eja)
