Rabu, 22 April 2026

Cegah Penyebaran Virus Korona, Satgas Sisir Belakangpadang dan Sagulung

Berita Terkait

batampos.co.id – Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 tak hanya bergerak di perkotaan, tapi juga di hinterland. Salah satunya di Kecamatan Belakangpadang. Tim menyasar permukiman rumah warga, terutama mereka yang baru kembali dari daerah dan negara terjangkit.

Camat Belakangpadang, Yudi Admajianto, mengatakan tim mendatangi rumah warga dan mengecek suhu tubuh serta kondisi warga. Selain warga lokal, tim juga menyasar rumah warga yang menikah dengan warga negara lain. “Ada 11 keluarga yang terdaftar memiliki keluarga campuran dengan negara lain. Ini sudah dicek dan diberikan sosialisasi mengenai Covid-19,” kata dia, Senin (23/3).

Yudi juga menyebutkan, tim yang terdiri dari kepolisian dan TNI juga gencar menggelar sosialisasi. Baik di darat maupun laut. Sebab di Belakangpadang banyak pulau-pulau, sehingga tim menggunakan transportasi laut menyebarkan informasi tentang Covid-19.

“Alhamdulillah, sejauh ini masyarakat pulau sangat kooperatif. Mereka melaporkan sendiri jika ada warga yang baru kembali dari daerah atau negara terjangkit. Termasuk warga yang baru kembali dari Batam akan dicek suhu tubuhnya,” terang mantan Kabag Humas Pemko Batam ini.

Namun, keterbatasan alat pelindung diri, tim satgas berinisiatif menggunakan alat seadanya. Hal ini untuk antisipasi jika saat penyisiran ada ditemukan pasien yang mengarah pada Covid-19. “Tim satgas buat dari plastik, yang terpenting bisa melindungi diri saat turun ke lapangan,” ujarnya.

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam melakukan penyisiran
ke sejumlah rumah warga untuk mendata orang yang sedang mengalami gejala sakit
mengarah Covid-19, baik di wilayah mainland maupun di hinterland, Senin (23/3). (istimewa)

Di Kecamatan Sagulung, tim juga mendatangi permukiman warga untuk mencari tahu, mendata, serta memeriksa warga yang memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri dalam kurun waktu 14 hari ke belakangan ini. Hasilnya sudah 76 rumah yang didata karena penghuninya memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri.

“Inilah yang dikerjakan oleh Satgas Covid-19 ini. Semua harus bergerak ke lingkungan perumahan masing-masing. Camat, kelurahan sampai RT/RW semua gerak untuk memantau masyarakat di lingkungannya masing-masing,” ujar Camat Sagulung, Reza Khadafi, Senin (23/3).

Meskipun sudah cukup banyak rumah yang diawasi, orang yang harus menjalani perawatan dan penanganan sesuai dengan protokol WHO, baru sekitar 25 orang yang dievakuasi Satgas, Minggu (22/3) sore. Mereka ini yang pernah berhubungan atau kontak fisik dengan korban pasien positif corona pertama yang meninggal di Batam.

“Selain itu, belum ada lagi. Masih sebatas pengawasan biasa karena pernah pergi ke luar negeri,” kata Reza.

Di wilayah Marina dan Basecamp, pihak kelurahan bersama petugas kesehatan dari Puskesmas juga mendata 20 rumah yang penghuninya memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri. Statusnya sama meskipun belum disebut sebagai suspect tapi mereka OPD. “Iya, ada sekitar 20-an rumah. Penghuninya sudah didata dan akan terus dipantau kondisinya,” ujar Lurah Tanjungriau, Agus Sofyan.(yui/eja/iza/cr1)

Update