batampos.co.id – Delapan penerbangan di Bandara Internasional Hang Nadim Batam, dibatalkan.

Pembatalan ini dampak dari menurunnya jumlah penumpang di Hang Nadim imbas dari merebaknya wabah virus corona (Covid-19).

Penurunan jumlah penumpang tidak hanya terjadi saat keberangkatan, tapi juga kedatangan.

Direktur Badan Usaha Bandar Udara Hang Nadim Batam, Suwarso, mengatakan, dalam lima tahun terakhir baru kali ini terjadi penurunan penumpang cukup drastis.

Hang Nadim mencatat penumpang terendah terjadi di dua hari terakhir.

Penurunannya cukup signifikan, hingga menyentuh angka 4 ribuan orang per hari.

“Normalnya di Bandara Hang Nadim itu berada di atas 6 ribu orang per hari. Namun dalam dua hari terakhir ini tercatat penumpang yang datang itu di kisaran empat ribu orang saja,” kata Suwarso, Senin (23/3/2020).

Calon penumpang memadati pintu keberangkatan Bandara Hang Nadim Batam, Minggu (22/12). Kemarin merupakan puncak arus mudik Natal dan Tahun Baru. Tercatat 9 ribu penumpang naik dan turun melalui Bandara Hang Nadim. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Dia merinci, pada 18 Maret yang datang sebanyak 6.162 orang, sedangkan yang berangkat 6.773 orang.

Pada 19 Maret penumpang yang datang 4.949 orang, dan berangkat 5.861 orang.

Lalu, 20 Maret penumpang yang datang 5.207 orang, berangkat 6.463 orang.

Kemudian pada 21 Maret penumpang yang datang 4.091 orang dan berangkat 5.307 orang.

Lalu, 22 Maret penumpang yang datang 4.678 orang dan berangkat 5.536 orang.

Menurut Suwarso, dampak pandemi Covid-19 ini sangat terasa dalam sepekan ini.

Dia memperkirakan, jumlah penumpang baik yang datang  maupun berangkat akan tetap bertahan di angka empat ribuan orang per hari.

“Saya prediksi tidak akan turun lagi, stagnan di empat ribuan orang saja,” ucapnya.

Dia menyebutkan, pada saat normal saja untuk satu pesawat terisi hingga 70 persen penumpang.

Namun kini satu pesawat hanya terisi di kisaran 50 persen saja.

“Saya pernah dengar, ada (pesawat, red) terisi hanya 40 persen
saja. Makanya penerbangan dibatalkan, dipadatkan ke  penerbangan lainnya,” ungkapnya.

Terkait pembatalan penerbangan ini, kata Suwarso, paling banyak rute dari Jakarta.

“Ada Citilink, Lion, dan Garuda juga,” jelasnya.

Kendati banyaknya pembatalan penerbangan dan penurunan jumlah penumpang, Suwarso mengaku, pelayanan dan pengawasan tetap dioptimalkan.

“Tidak ada yang berkurang, semuanya kami optimalkan,” ucap-
nya.

Penurunan jumlah penumpang, sambungnya, juga tidak membuat berkurangnya jumlah tenant di Hang Nadim.

“Hingga kini masih sama. Namun untuk tiga bank yang ada kawasan Hang Nadim tutup sementara waktu. Untuk operasional mereka dipindahkan ke daerah terdekat, seperti Botania,” terangnya.(ska)