batampos.co.id – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam, terus melakukan penyisiran dan mendata orang yang sedang mengalami gejala sakit mengarah ke Covid-19. Ketua Gugas Penanganan Covid-19 Batam, Amsakar Achmad, mengatakan empat hari menjalani penyisiran tim sudah mendata 1.571 yang masuk dalam kategori Orang Dalam Pemantauan (OPD) dan satu PDP.

“Ini penyisiran selama empat hari di 12 kecamatan di Batam. Yang satu PDP sudah berobat tapi dipulangkan karena diyakini belum terkait dengan persoalan ini, tapi terus dipantau,” ungkap Amsakar, kemarin.

Ia juga menyebutkan, dari total 1.571 yang didata, sebanyak 834 self monitoring atau karantina mandiri di rumah masing-masing. Sementara 737 masuk masuk kategori perlu dicek lebih lanjut dengan cara dikarantina di fasilitas yang disiapkan pemerintah.

“Kami harap yang 834 ini memonitor dirinya sendiri. Mereka ini ada yang gejalanya demam saja, terus ada yang batuk saja tapi suhu badan normal,” ujarnya.

Amsakar juga menyebutkan, pihak kecamatan telah mengantongi identitas para warga, sehingga memudahkan untuk dievakuasi ke fasilitas karantina. “Khusus 737 ini, untuk warga yang didata di bagian timur dibawa ke Asrama Haji, wilayah barat ke rusun di Tanjunguncang,” sebutnya.

Ia berharap, kegiatan yang dilakukan pemerintah ini dimaknai sebagai upaya mempersempit ruang gerak penyebaran Covid-19. Dengan ini dapat memastikan kondisi di lapangan di banding sekadar resah. “Saya minta rekan camat komunikasikan dengan baik dengan masyakarat supaya tidak panik. Syukurnya, jemaat gereja yang terkait korban meninggal sudah mulai tumbuh kesadaran yang mendata kesehatannya, ini yang kami harapkan,” ujar dia.

Ia menerangkan, jumlah yang disisir ini termasuk jemaat yang diduga melakukan kontak langsung dengan korban meninggal atau kasus 01 Covid-19 di Batam. “Tim akan terus bergerak, kalau RT/RW semua ikut sasar, saya pikir Sabtu targetkan sudah selesai,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Batam, Didi Kusmarjadi menyebutkan, terkait jemaat yang kontak dengan pasien positif yang meninggal ada 45 orang. Awalnya mereka direncanakan dikarantina di Rusun BP Batam di bilangan Tanjunguncang, namun 25 orang di antaranya keberatan dengan berbagai alasan, termasuk memiliki anak kecil. “Kalau 20 orang mau masuk ke rusun,” imbuhnya.

Selain itu, ada juga 60 hingga 70 orang di luar jemaat, termasuk penumpang pesawat 30 orang, dan 33 orang petugas rumah sakit, sisanya sopir taksi dan keluarganya. “Semuanya ini statusnya ODP tak ada yang PDP, termasuk suaminya korban yang positif meninggal,” kata dia.(iza/yui/leo)