batampos.co.id – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam mengumumkan satu kasus positif Covid-19 baru di Batam. Pasien positif ketiga di Batam ini merupakan laki-laki 47 tahun yang kini dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam di Batuaji.

Sementara jumlah warga Batam yang berstatus dalam pemantauan karena terindikasi Covid-19 sudah mencapai 1.571 orang. Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan pasien positif Covid-19 baru ini sebelumnya mengalami sejumlah gejala sakit setelah melakukan perjalanan ke Jakarta pada Senin (9/3) lalu, melalui Bandara Hang Nadim ke Jakarta.

Kemudian, sehari setelahnya (10/3), ia menghadiri peletakan lunas pembangunan kapal di Tanjungpriok. Dalam kegiatan ini,cukup banyak orang yang hadir. Selanjutnya, ia mengunjungi salah satu perusahaan pembuat kapal yang tak jauh dari lokasi acara. Dilanjutkan pertemuan tertutup hingga pukul 16.30 waktu Jakarta.

“Setelah itu, baru dia kembali ke kantornya di Menara Bidakara 2 Pancoran dan baru keluar kantor pada pukul 20.00 WIB menuju Hotel Bidakara, tempatnya menginap,” ungkap Amsakar, saat memberikan keterangan pers di lantai dasar Kantor Wali Kota Batam, Senin (23/3).

Kemudian, pada Rabu (11/3) pagi, yang bersangkutan mengunjungi Kantor Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan untuk menghadiri satu pertemuan dari pukul 10.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB. Setelah itu, ia menuju bertemu kliennya di kawasan Pluit CBD dan menggelar rapat dari pukul 13.30 WIB hingga pukul 15.00 WIB.

Selanjutnya, dia makan siang di Pluit Junction dan kembali ke kantornya di Bidakara 2 pukul 17.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB. Sesudahnya, ia kembali ke hotel dimana yang bersangkutan menginap. Kamis (12/3) pukul 09.05 WIB, ia kembali ke Batam melalui Bandara Soekarno Hatta dan tiba di Bandara Hang Nadim pukul 11.00 WIB.

“Sesampai di rumahnya, dia sempat memperbaiki plafon kamar mandi rumahnya di lantai dasar yang rusak akibat rembesan dari kamar mandi di lantai 2,” ungkap Amsakar.

Pada Jumat (13/3) yang bersangkutan mengeluh tenggorokan gatal dan badan tidak fit saat terkena sinar matahari usai salat Jumat. Selanjutnya pada Sabtu (14/3), badannya mulai terasa demam, namun tidak terlampau berat. Lalu malam harinya, yang bersangkutan meminum obat penurun demam dan tidur hingga pagi hari. Ketika terbangun, ia sempat menjalani aktivitas bersepeda.

Namun pada Senin (16/3) pagi, dia kembali merasa demam dan memeriksakan diri ke salah satu rumah sakit swasta tidak jauh dari kediamannya. Selanjutnya pada Selasa (17/3), yang bersangkutan kembali ke rumah sakit tersebut untuk mendapatkan perawatan setelah kembali mengeluh sakit.

“Dia sempat ditempatkan di ruang isolasi UGD RS swasta itu. Di sana tim medis melakukan diagnostik foto rontgen dan pemeriksaan laboratorium. Setelah itu, ia diizinkan kembali ke rumahnya dengan diberi tambahan obat penurun demam,” ujar Amsakar.

Namun, pada Rabu (18/3), kondisi yang bersangkutan belum juga membaik. Lagi-lagi ia kembali ke rumah sakit swasta tersebut. Ia kembali dirawat di ruang isolasi, laludiambil sampel swab oleh Tim Balai Teknik Kesehatan Lingkungan PengendalianPenyakit (BTKLPP) Batam, mengingat gejala yang timbul mengarah pada pneumonia, sehingga dimasukkan dalam kategoi Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19.

“Pada hari ini, Senin (23/3) diterima hasil pemeriksaan sampelnya, yang bersangkutan terkonfirmasi positif Covid-19,” ungkap Amsakar.

Saat ini, tim sedang melakukan penelusuran terhadap semua orang yang ditengarai telah kontak dengan yang bersangkutan, mulai dari perjalanan dari Batam, selama di Jakarta, hingga kembali ke Batam dan berobat beberapa kali di RS swasta.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Didi Kusmarjadi, membenarkan kronologi pasien ketiga positif corona di Batam itu. Didi bahkan mengatakan, pasien baru ini terkonfirmasi positif Covid-19 saat masih dirawat di rumah sakit tempat yang bersangkutan berobat. Setelah itu, baru dirujuk ke RSUD Embung Fatimah, kemarin. “Iya benar,” ucap Didi. (iza/yui)