batampos.co.id – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Didi Kusmarjadi, ketika diwawancarai kembali di kantor Wali Kota Batam, membenarkan jumlah yang meninggal terkait virus korona atau Covid-19 di Batam bukan hanya satu, tapi sudah empat orang. Satu orang positif Covid-19, yakni Pendeta SPD (kasus 01) yang meninggal Minggu (22/3) malam di RSUD Embung Fatimah.

Tiga lainnya yang meninggal adalah PDP Covid-19. Ketiganya dirawat di Rumah Sakit BP Batam. Bahkan, satu orang perempuan yang meninggal hampir bersamaan dengan pasien positif Covid-19 di RSUD, yakni Minggu (22/3) malam, namun tak terpantau media. Wanita berusia 70 tahun ini sebelumnya berobat ke Malaysia, lalu kembali ke Batam dan teridentifikasi menderita pneumonia, sehingga dirawat di ruang isolasi RS BP Batam.

Dua PDP lainnya yang meninggal adalah warga negara Singapura berinisial Al yang jenazahnya dimakamkan di TPU Sambau, Nongsa. Dia PDP pertama di Batam dan Kepri yang meninggal. Kemudian PDP kedua, seorang TKI. “Benar ketiga PDP ini sempat dirawat di RSBP Batam,” kata Didi.

Ia menyampaikan, umumnya perlakuan PDP yang meninggal dianggap sama dengan kasus positif. Untuk PDP yang meninggal Minggu (22/3) malam dikebumikan, Senin (23/3) pagi. “Karena malam tak ada yang menggali kubur. Jenazah di-wrapping di masukkan ke freezer, baru tadi (kemarin) pagi dimasukkan ke peti dan dikuburkan oleh keluarganya,” jelasnya.(iza/yui)