batampos.co.id – Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) memberikan remisi khusus (RK) kepada 1.152 dari 1.785 warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang beragama Hindu, di seluruh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) di Indonesia. Remisi khusus ini dibagi dalam dua kelompok, yakni RK I dan RK II.

“Total 1.152 WBP penerima RK Hari Raya Nyepi. Sebanyak 1.151 WBP menerima RK I atau pengurangan sebagian hukuman dijalani,” kata Plt Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Nugroho dalam keterangannya, Rabu (25/3).

Nugroho merinci, 1.151 WBP yang menerima RK I diantaranya 294 orang menerima remisi 15 hari, 755 narapidana mendapat remisi 1 bulan, 84 narapidana memperoleh remisi 1 bulan 15 hari, dan 18 narapidana menerima 2 bulan remisi.

“Sedangkan 1 WBP menerima RK II atau langsung bebas usai menerima remisi 15 hari,” ucap Nugroho.

Nugroho menyatakan, pemberian remisi diberikan kepada WBP yang sudah memenuhi persyaratan administratif dan substantif. Seperti telah menjalani pidana minimal enam bulan, tidak terdaftar pada register F, serta turut aktif mengikuti program pembinaan di Lapas atau Rutan.

Nugroho mengharapkan, remisi yang diberikan dapat memotivasi narapidana untuk mencapai penyadaran diri yang tercermin dari sikap dan perilaku sehari-hari. Menurutnya, pemberian remisi juga merupakan wujud kehadiran negara untuk memberikan perhatian dan penghargaan bagi narapidana.

“Untuk selalu berintegritas, berkelakuan baik selama menjalani pidana, tidak melakukan pelanggaran-pelanggaran yang telah ditentukan,” tutur Nughroho.

Sementara itu, Direktur Pembinaan Narapidana dan Latihan Kerja Produksi (Latkerpro) Ditjen PAS Junaedi menuturkan, pemberian remisi tidak hanya merupakan reward bagi WBP atau narapidana berkelakuan baik, serta memenuhi syarat administratif dan substantif. Hal ini juga berdampak pada penghematan anggaran negara dengan berkurangnya masa pidana yang harus dijalani WBP.

“Bahwa dari 1.151 WBP penerima RK I menghemat anggaran makan sebanyak Rp. 542.640.000. Kemudian WBP penerima RK II menghemat anggaran makan sebanyak Rp. 225.000,” beber Junaedi.

Sedangkan, narapidana terbanyak mendapat RK Hari Raya Nyepi 2020 berasal dari beberapa Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkumham Bali sebanyak 796 orang.

“Kemenkumham Bali sebanyak 796 orang, Kanwil Kemenkumham Kalimantan Tengah sebesar 69 orang, dan Kanwil Kemenkumham Sulawesi Selatan berjumlah 58 orang,” pungkasnya.(jpc)