batampos.co.id – Mewabahnya virus corona (Covid19) yang saat ini berkembang, berdampak kepada beberapa manajemen perusahaan khususnya di Kepulauan Riau maupun kota Batam.

Sesuai arahan dari pemerintah untuk selalu melakukan aktivitas pekerjaan di rumah aja atau yang dikenal dengan Work From Home (WFH), Bank Mandiri ingin menunjukkan bahwa walaupun dengan tetap berada di rumah, akses terhadap layanan perbankan tidak berkurang dengan adanya berbagai pilihan e-channel Bank Mandiri yakni dengan menggunakan Mandiri Cash Management (MCM).

Bank Mandiri melalui layanan MCM merupakan layanan yang khusus diberikan untuk nasabah yang memiliki rekening Giro (Bisnis) supaya tetap dapat mengontrol dan memonitoring semua aktivitas rekening, transaksi, dan reporting yang tepat.

Sehingganya pengelolaan Account Receivable (A/R) dan Account Payable (A/P) perusahaan dapat lebih optimal, khususnya bagi perusahaan yang memiliki traffic yang cukup ramai dalam bertransaksi.

Ditemui secara terpisah oleh Batam Pos, Transaction Banking Wholesale Manager Bank Mandiri Area Batam Justinus Hendra mengatakan bahwa saat ini nasabah pengguna MCM di Kepulauan Riau sekitar lebih dari 1.000 nasabah perusahaan atau korporasi.

MCM dikelompokkan dalam layanan yang terdiri atas informasi Rekening, dimana layanan ini memberikan kemudahan bagi nasabah dalam melakukan monitoring secara komprehensif terhadap informasi saldo rekening, mutasi rekening secara real time dan dapat diunduh dalam bentuk PDF dan Excel.

Kemudian dapat melalukan transaksi menggunakan IDR maupun melalui mata uang asing (missal USD, SGD, EUR, CNY, JPY, dll) serta dalam layanan ini bisa melakukan pencetakan rekening koran maupun statement elektronik standar bagi masing-masing rekening yang telah didaftarkan.

Selanjutnya pengaturan Transfer, ini untuk layanan pengaturan transfer memberikan akses melakukan aktivitas transfer keluar seperti transfer antar rekening Bank Mandiri (inhouse transfer) kemudian transfer ke bank lain di dalam negeri menggunakan sistem LLG/SKN/RTGS, berikutnya dapat melakukan transfer ke bank lain di dalam dan luar negeri yang menggunakan valuta asing.

Dalam pengaturan transfer ini nasabah dapat memeilih proses transaksi dengan berbagai pilihan seperti immediate, standing instruction dan recurring transaction.

Ketiga pengaturan Tagihan, dalam layanan ini memberikan kemudahan bagi nasabah perusahaan untuk mengoptimalkan pengelolaan kewajiban perusahaan yakni akses pengaturan pembayaran tagihan (bill payment).

Pengaturan Receivable management, merupakan layanan auto debet sebagai solusi penagihan piutang secara massal. Kelima, monitoring Transaksi, dimana Mandiri Cash Management adalah sistem yang menggunakan prinsip multi user dan dual control, baik dari sisi pengelolaan ID perusahaan maupun dalam aktivitas pelaksanaan operasional transaksi.

Untuk pengguna transaksi keuangan MCM menyediakan user bagi Maker kemudian Approver dan Releaser yakni user yang bertindak melakukan pengiriman transaksi yang telah approve ke dalam sistem.

Justinus juga menambahkan jika nasabah perusahaan telah terdaftar dalam MCM dan nasabah giro Bank Mandiri, nasabah dapat mengakses MCM di https://mcm.bankmandiri.co.id/corp kemudian saat masuk kelayar transaksi tinggal memasukkan ID perusahaan, user, dan kata sandi yang telah didapatkan dari admin perusahaan dan kemudian klik login.

Apabila nasabah memiliki keluhan baik teknis maupun non teknis terkait permasalahan dan penggunaan Mandiri Cash Management dapat menghubungi help desk di (021) 1500150.

“Harapannya di tahun 2020 ini nasabah korporasi pengguna MCM dapat bertambah dan membiasakan melakukann transaksi keuangan #dirumahaja maupun di tempat yang lebih aman, seiring dengan semakin meningkatnya wabah corona yang diwajibkan kita tidak beraktivitas di luar rumah maupun datang ke Bank Mandiri untuk melakukan transaksi keuangan perusahaan,” tutup Justinus.(rng)