batampos.co.id – Lokasi penampungan sementara warga yang diawasi terkait virus Corona atau Covid-19 di rusunawa BP Batam di Tanjunguncang masih dijaga ketat oleh tim gabungan dari Tagana, Satpol PP dan Ditpam BP Batam.

Lokasi ini masih menampung 15 orang dalam pengawasan (ODP) terkait Covid-19.

Satu di antaranya diketahui dalam kondisi tidak sehat. Sehingga dipisahkan dan ditangani secara khusus oleh tim medis.

Informasi yang didapat batampos.co.id, ODP yang kurang sehat tersebut berjenis kelamin wanita dan dalam keadaan hamil dan  mengeluh sakit di bagian perut.

“Biasa sakit orang hamil tapi sudah ditangani tim medis. Sejauh ini masih aman mereka semua,” ujar koordinator lapangan dari tim Tagana, Nur Arifin, Kamis (26/3/2020).

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad (kemeja putih) berfoto bersama 50-an warga Batam yang sempat diisolasi di Rusunawa BP Batam. Mereka diperbolehkan pulang dan dinyatakan steril dari virus corona. Foto: batampos.co.id/Eusebius Sara

Mereka yang masih diawasi di tempat penampungan sementara ini, didominasi pekerja yang baru pulang dari Malaysia.

Total ada 11 orang yang baru tiba dari Malaysia. Empat di antaranya merupakan warga Batam yang disarankan untuk diisolasi oleh Satgas Covid-19 saat melakukan penyisiran selama ini.

Lokasi penampungan ODP ini merupakan gedung B rusunawa BP Batam.

Lokasi penampungan ini sebelumnya juga menampung 39 ODP yang pernah berhubungan ataupun bersentuhan dengan korban Covid-19 pertama yang meninggal dunia beberap waktu lalu.

Dari 39 orang ini hanya satu yang masih diawasi di sana sebab belum sampai akhir masa inkubasi.

“Yang jemaat gereja kemarin hanya satu yang belum pulang. Yang lain sudah pulang semua,” ujar Nur Arifin.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, sebelumnya menjenguk mereka yang dalam pengawasan dan memastikan  mereka yang sudah diperbolehkan pulang ini steril dari virus corona setelah melalui masa inkubasi.(eja)