batampos.co.id – Data Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang dimiliki Dinas Kesehatan Kota Batam berbeda dengan yang dikeluarkan DInas Kesehatan Provinsi Kepri.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam, Amsakar Achmad, menjelaskan, data ODP Provinsi Kepri yang totalnya 881 orang dengan ODP Batam 453 orang, tidak
termasuk data dari penyisiran yang dilakukan Tim Gugus
Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam, yang
melibatkan RT/RW, kelurahan, dan kecamatan.

“Data untuk Batam yang dilansir Dinkes Provinsi Kepri itu adalah warga Batam yang masuk kategori ODP setelah melalui pemeriksaan medis lebih lanjut,” jelasnya, Rabu (25/3/2020).

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad (kemeja putih) berfoto bersama 50-an warga Batam yang sempat diisolasi di Rusunawa BP Batam. Mereka diperbolehkan pulang dan dinyatakan steril dari virus corona. Foto: batampos.co.id/Eusebius Sara

“Sementara yang 2.063 orang hasil penyisiran tim di Batam masih dalam tahap pemeriksaan awal, belum melalui pemeriksaan medis menyeluruh,” katanya lagi.

Karena itu kata dia, data tersebut belum bisa digabung ke dalam data ODP yang sudah pasti seperti yang dilansir Dinkes Provinsi.

Amsakar merinci, dari 2.063 orang yang disisir itu, 1.639 orang dikategorikan bisa melakukan self monitoring.

Hanya 424 orang yang bisa masuk kategori ODP, namun belum dikarantina.

“Sebenarnya, 424 orang yang sudah memenuhi kategori OPD ini,
sudah diminta camat untuk dikarantina. Tapi, mereka memilih untuk karantina diri sendiri,” ujarnya.

Menurut dia, ke 424 orang ini akan jadi prioritas untuk dites lebih lanjut jika alat rapid rest bantuan pengusaha sudah datang.

“Tim akan terus memantau perkembangannya, khususnya 424 orang ini,” kata Amsakar.(iza)