batampos.co.id – Hingga hari kelima, Rabu (25/3/2020) tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam, menemukan 2.063 warga Batam menunjukkan gejala awal terkait virus corona.

Sementara yang masuk kategori pasien dalam pengawasan (PDP) 35 orang, terkonfirmasi positif 3 orang, dan meninggal dunia 4 orang. Dengan rincian satu positif dan tiga lainnya merupakan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) negatif dengan penyakit
bawaan.

Sementara dalam skala Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Orang Dalam Pemantauan (PDP) 881, PDP 65 orang, positif terinfeksi corona lima orang.

Kemudian negatif 110 orang, positif meninggal di Batam satu orang, PDP meninggal yang uji labnya dalam proses dua orang (Batam dan Tanjungpinang), dan PDP negatif yang meninggal akibat penyakit penyerta tiga orang (semua di Batam).

“Jumlah 2.063 warga Batam itu ada yang demam tinggi, demam
saja, muntah, mual, dan lain-lain,” kata Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, Rabu (25/3/2020).

Pengarah Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam itu menyebutkan, dari data tersebut belum semua dibawa ke fasilitas karantina yang disiapkan pemerintah.

Namun telah diminta untuk bertahan di rumah masing-masing hingga kemudian ditangani lebih lanjut.

Personel Tagana dan satpol PP berjaga di Rusunawa BP Batam, Tanjunguncang. Di lokasi tersebut menjadi lokasi isolasi bagi warga Batam suspect corona. Foto: batampos.co.id/Eusebius Sara

“Sebetulnya sudah punya alat untuk tes terkena Covid-19 atau
tidak. Kata pengusaha alat akan segera masuk dalam dua hari ini,” jelasnya.

Menurutnya, apabila alat sudah masuk, tes atau pemeriksaan akan diprioritaskan kepada masyarakat yang sekarang terdata. Tetapi jika harus dibawa karantina ke lokasitelah disiapkan akan langsung dibawa.

“Sehingga tahu betul siapa yang sakit atau tidak dan perlu dipisah,” paparnya.

Selain itu, ia berharap dukungan semua pihak termasuk FKPD dan Pemerintah Provinsi Kepri untuk menangani Covid-19 ini di Batam.

Ia menambahkan, untuk sementara fasilitas karantina yang disiapkan yakni Asrama Haji untuk warga yang terdata bagian Timur Batam.

Sedangkan dua rusun milik Pemko dan BP Batam di Tanjunguncang untuk warga yang terdata di bagian Barat.

“Di rusun sekitar 400 yang bisa ditampung. Asrama Haji 700 sampai 800 orang,” sebutnya.

Jika tak mencukupi juga, maka pihaknya menyiapkan dua gedung Rumah Sakit (RS) BP Batam yang lama karena memiliki beberapa ruangan yang saat ini tak digunakan.

“Kalau tak muat juga, kita gunakan Sport Hall Indoor Stadion Temenggung Abdul Jamal. Kami minta bantu alat tidur Dandrem dan Danlantamal, yakni alat tidur tentara,” imbuhnya.(iza)