batampos.co.id – Sejumlah masjid di Kota Batam ditutup sementara guna mencegah penyebaran Covid-19.

Pemerintah Kota Batam juga mengeluarkan Surat Edaran Nomor 306/Kesra/2020 Tentang Penanggulangan dan Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Masjid dan Musala.

Hasilnya, hingga kemarin, jumlah masjid dan musala yang menutup sementara aktivitas kajian dan salat berjamaah lima
waktu terus bertambah.

Beberapa masjid yang ditutup sementara untuk aktivitas salat kajian maupun salat berjamaah adalah:

  1. Masjid Bukit Indah Sukajadi.
  2. Masjid Jabal Arafah Nagoya.
  3. Masjid Baitul Makmur Bukit Senyum.
  4. Masjid Agung Batam Centre.
  5. Masjid Sirhathol Mustaqim, Greendland.
  6. Masjid Al-Khoir Anggrek Mas.
  7. Masjid Al- Anshor di Crown Hill,
  8. Masjid Toriqul Jannah di Mitra Raya,.
  9. Masjid At Taqwa di Odessa.
  10. Masjid Darusaalam di Rexvin.
  11. Masjid Nurul Abidin di Citra Batam.
  12. Masjid Al-Kaffah Legenda Malaka.
  13. Masjid Nurul Yaqin di Legenda Malaka.
  14. Masjid Ar-Rahmah di Kintamani.
  15. Masjid Al-Ikhlas di Plamo Garden, dan beberap masjid              lainnya.

”Iya, Jumat ini juga ditiadakan dulu sesuai imbauan edaran Wali Kota dan MUI. Terhitung sejak malam ini (kemarin malam, red) hingga waktu yang belum bisa ditentukan, Salat fardhu berjamaah, Salat Rawatib, dan Salat sunnah lainnya ditiadakan,” kata Usep RS, salah satu Takmir Masjid Bukit Indah Sukajadi,
Rabu (25/3/2020).

Dalam rangka pembersihan dan mencegah penyebaran Covid-19, Masjid Agung Batam ditutup untukmsementara dari segala aktivitas seperti salat wajib dan salat Jumat, Rabu (25/3/2020). Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Selain itu kata dia, ruang utama, ruang tengah dan belakang lantai satu dan dua juga ditutup.

Saat ini pembersihan masih tetap dilakukan oleh petugas
kebersihan Masjid. Namun, meski ditutup sementara, adzan salat lima waktu tetap dikumandangkan oleh muadzin.

”Dengan penambahan lafaz yang artinya, salatlah kalian
di rumah masing-masing,” jelasnya.

Selama Masjid ditutup, area parkir tenda juga ditutup dengan portal diturunkan. Kebersihan Masjid tetap dilakukan seperti biasa bahkan disemprotkan disinfektan.

”Jika ada jamaah yang singgah untuk salat, masih dibolehkan, tapi hanya di teras kiri-kanan Masjid. Namun setelah salat akan langsung dibersihkan,” tutupnya.

Kabag Kesra Pemko Batam, Riama Manurung, membenarkan sejumlah masjid ditutup sementara.

”Kami sudah edarkan ke pengurus Masjid dan Musala seluruh Batam. Pak wali ber-arap SE ini dipatuhi,” ujarnya.

Salat berjamaah diarahkan dilakukan di rumah masing-masing bersama anggota keluarga.

Sementara itu, pantauan Batam Pos di Masjid Agung Batam, semua pintu masuk tetap dibuka namun diberi garis sebagai tanda larangan masuk.

Azan salat lima waktu juga masih tetap berkumandang
sebagai tanda masuknya waktu salat.

Umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan salat di rumah masing-masing untuk sementara waktu.

Ketua Takmir Masjid Agung Batam, Firmansyah, mengatakan, keputusan mentiadakan salat berjamaah diambil atas Surat Edaran Wali Kota Batam dan pertimbangan dari MUI.

Sehingga pengurus Masjid Agung memutuskan untuk tidak mengadakan salat berjamaah.

”Pengurus Masjid Agung Batam menyampaikan permohonan maaf, bukan menghalangi beribadah dan semua (kegiatan),” ujarnya.

Ia mengungkapkan, penutupan salat berjamaah untuk umum itu dimulai dari salat zuhur, kemarin.

Di samping itu, keputusan ini berlaku untuk semua pihak yang berada di kawasan Masjid Agung.

”Musafir juga kita minta keluar semua. Karena malam kita tidak bisa deteksi,” katanya.

Ia belum bisa memastikan sampai kapan mentiadakan salat berjamaah di Masjid Agung.

Namun yang pasti pentupan ini dilakukan hingga pandemi virus corona mulai berakhir.

”Azan tetap dilaksanakan untuk salat 5 waktu,” tuturnya.

Selama penutupan kata dia, yang berada di Masjid Agung
hanya petugas yang masuk.

Jumlah petugas masjid kata dia, juga dikurangi sebesar 50
persen dari hari biasanya.

Tidak hanya itu, setiap karyawan yang bertugas juga dilakukan pengecekan suhu tubuh secara berkala.(zis,nur,gie)