batampos.co.id – Merebaknya virus corona di Kota Batam membuat rencana pemerintah untuk mempersiapkan skema pembelian gas elpiji 3 kilogram (kg) menggunakan kartu Brizzi tertunda.

“Sempat berproses, namun terhenti karena Covid 19,” kata Unit Manager Communication and CSR Pertamina MOR I, Roby Hervindo, kemarin.

Soal kapan kebijakan ini akan diteruskan, Roby menyebutkan tergantung pada penanganan Covid 19 yang kini menjadi salah satu fokus pemerintah.

“Belum tahu ( kapan dilanjutkan), tergantung kondisi Covid. Sekarang, kita patuhi anjuran pemerintah untuk mengurangi interaksi sosial,” ujar dia.

Masyarakat memadati operasi pasar gas LPG 3 kilogram di Pasar TPID Grand Niaga Mas Batam Center, Senin (18/11/2019) lalu. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Untuk diketahui, kini pemerintah memang memngimbau masyarakat untuk menghindari kegiatan yang melibatkan banyak orang.

Dalam hal penyiapan skema pembelian gas menggunakan elpiji tentu akan membutuhkan sejumlah agenda pertemuan.

“Ada memang hal yang bisa koordinasikan dengan digital, tapi ada yang perlu ketemu di lapangan, ini dihindari dulu,” imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, yang mendapat kartu brizzi adalah warga yang sebelumya terdata di pangkalan yang sudah ada.

“Data ini sudah ada tembusannya di pertamina juga. Data itu sebenarnya sudah tepat namun tidak dijalankan,” imbuhnya.

Menurut dia, jika menyusun data baru tentu memerlukan waktu yang cukup lama. Namun demikian, data ke depan tentu akan terus dievaluasi.

“Pembaruan data pasti ada,” ujar dia.

Ia menyebutkan, pada sistem baru kelak, salah satunya mengatur distribusi sehingga satu orang tidak lagi mendapat gas
dengan jumlah yang cukup banyak untuk dijual kembali.

“Memutus mata rantai pengecer,” pungkas dia.(iza)