batampos.co.id – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengungkapkan, bantuan pengusaha Batam untuk penanganan Covid-19 di Batam terus bertambah.

“Sudah terkumpul Rp 15 miliar, janji mereka sampai Rp 20 miliar,” ujarnya, Rabu (25/3/2020).

Ia memahami anggaran Pemko Batam tidak cukup untuk melakukan pencegahan penyebaran virus corona.

Maka dari itu, ia telah berkomunikasi dengan DPRD Batam agar
dapat mengalihkan anggaran pembangunan.

“Anggaran berapa pun saya akan alihkan untuk selesaikan Corona, mau Rp 100 miliar mau Rp 200 miliar akan saya alihkan. Tak ada pembangunan tak masalah, saya ingin Covid-19 di Batam tuntas,” tegasnya.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad (kemeja putih) berfoto bersama 50-an warga Batam yang sempat diisolasi di Rusunawa BP Batam. Mereka diperbolehkan pulang dan dinyatakan steril dari virus corona. Foto: batampos.co.id/Eusebius Sara

Rudi berterima kasih pada semua pihaknya yang membantu penanganan Covid-19.

Secara khusus ia memberikan apresiasi kepada tenaga medis
yang telah mendedikasikan diri dalam penanganan virus ini.

“Terimakasih banyak tenaga medis, kalian telah mendedikasikan diri. Mulai besok (hari ini, red), mereka yang sudah tercatat membantu corona di lapangan akan kami beri insentif,” jelasnya.

“Jangan lihat berapa besarannya, tapi lihat ini sebagai bentuk kebersamaan kita,” ujarnya lagi.

Kepada masyarakat, ia juga meminta untuk tetap ikut andil dengan menjaga kesehatan diri dan mendengarkan imbauan pemerintah untuk menjaga jarak.

“Kalau Wuhan bisa empat bulan, 8 April ini sudah mulai buka akses. Kita daerah kecil ini harus bisa juga cepat selesaikan. Kita
sama lakukan yang terbaik,” tuturnya.

Selain menyisir warga dengan keluhan tertentu, sambungnya, tim juga menyisir dan menutup sementara waktu tempat keramaian.

“Memang belum tuntas karena masih ada pengusaha yang tidak ikuti imbauan. Senin kemarin sudah mulai ditegaskan. Sekarang kalau bandel, saya akan cabut izinnya,” tegas Rudi.(iza)