batampos.co.id – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) cabang Batam tetap menjual tiket mudik reguler maupun Lebaran.

Sejauh ini, belum ada instruksi untuk menghentikan pelayaran ke rute-rute yang ada, meski berpotensi terjadi penyebaran Covid-19 di kapal.

Kepala PT Pelni Cabang Batam, Agus, mengatakan, selain penjualan tiket reguler, pi-
haknya juga belum menerima informasi resmi pembatalan mudik Lebaran gratis bersama
BUMN Mei mendatang.

Mudik gratis merupakan program tahunan atas kerja sama PT Pelni dengan sejum-
lah BUMN untuk mengangkut pemudik tujuan Belawan, Medan.

Namun hingga kini, belum ada informasi resmi mengenai mudik gratis ini.

”Baik jumlah maupun jadwal belum ada. Sebab jadwal mudik juga masih jauh dan belum dikeluarkan pusat,” kata dia, Kamis (26/3/2020).

Karena itu, pihaknya tidak bisa mengomentari terkait pembatalan mudik gratis perusahaan pelat merah tersebut, karena wabah Covid-19 yang saat ini terjadi.

Agus mengungkapkan, saat ini pemesanan tiket masih berjalan seperti biasa. Mengenai social distancing (menjaga jarak atau tidak berkumpul) sudah dilakukan di loket  pemesanan tiket.

Penumpang antre naik ke KM Dorolonda tujuan Belawan di pelabuhan Batuampar, Jumat (20/12/2019) lalu. Hingga saat ini Pelni Cabang Kota Batam amsih menjual tiket mudik. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Penjualan tiket juga masih dibuka secara offline. Sehingga warga bisa mendapatkan tiket melalui loket di kantor Pelni Sekupang.

”Tiket masih dijual di loket saat ini,” sebutnya.

Untuk arus keberangkatan dan kedatangan memang ada penurunan saat ini. Sementara tidak ada perubahan jadwal pelayaran hingga 22 April 2020 mendatang.

”Rute masih sama Belawan dan Jakarta. Jadi nanti kalau ada perubahan informasi akan
diumumkan,” ujar Agus.

Sementara itu, Kepala Bidang Penumpang INSA Batam, Asmadi, mengatakan, sejak  adanya Covid-19 terjadi penurunan penumpang hingga 40 persen di Pelabuhan Domestik Sekupang (PDS).

”Operator kapal mengurangi trip. Biasanya ada yang empat kali menjadi dua kali sehari.”

Menurutnya, jika dihitung saat ini operator kapal mengalami kerugian karena jumlah penumpang yang berangkat tidak banyak.

Karena itu tidak menutupi biaya operasional kapal, namun karena kebutuhan operator tetap layani keberangkatan penumpang.

”Iya memang begitu keadaannya. Kami merugi tapi yang internasional pasti lebih parah
lagi,” sebutnya.

Melihat kondisi ini, menurutnya akan ada pengaturan jadwal untuk lebaran mendatang. Operator kapal akan mengatur jadwal keberangkatan sesuai jumlah penumpang yang akan berangkat.

”Bisa jadi jadwalnya disatukan. Sekali berangkat kapal penuh. Jadi, operator tidak merugi. Sebab kalau kapal tak penuh dan tujuan jauh seperti Dumai, operator merugi,” jelasnya.

“Nanti akan kami bahas bersama terkait ini. Kami inginnya kapal jalan dan penumpang tiba dengan selamat,” harapnya.

Sementara itu untuk harga tiket masih sama dan tidak ada perubahan. Harga saat ini berlaku sama hingga arus mudik berlangsung.

”Kapal sudah paling murah. Kami hanya berharap Covid-19 ini segera berakhir dan semua sektor kembali normal,” tutupnya.(yui)