batampos.co.id – Lesunya semua sektor usaha akibat Covid-19 ini, membuat kalangan pengusaha meminta insentif dari pemerintah pusat untuk meringankan beban mereka.

“Seluruh sektor usaha terdampak. Sehingga memang dibutuhkan insentif bagi dunia usaha agar bisa tetap bertahan dan tidak melakukan PHK besar-besaran,” kata Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam, Rafki Rasyid, Jumat (27/3/2020).

Tindakan melakukan cuti tanpa tanggungan merupakan salah satu cara perusahaan untuk bertahan tanpa melakukan PHK.

Kedua belah pihak, yaitu perusahaan dan karyawan dalam
hal ini akan sama-sama bertahan di dalam kondisi sulit ini.

Ilustrasi kawasan industri. Kalangan pengusaha di Batam berharap adanya insentif dari pemerintah pusat karena mewabahnya virus corona di Kota Batam. Foto: Dokumentasi Batam Pos

“Kita berharap pihak karyawan dan juga serikat pekerja/buruh memahami hal ini, sehingga tidak menuntut macam-macam,” katanya.

Kata dia, pihaknya berharap kerja sama yang erat antara semua pihak dalam kondisi seperti ini dengan tidak saling menyalahkan ataupun mencari kesalahan.

Salah satu insentif yang bisa diberikan yakni peniadaan
sementara cicilan kredit.

“Terkait restrukturisasi cicilan kredit kita berharap OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan pihak perbankan segera melakukan sosialisasi. Karena banyak perusahaan yang bertanya soal ini ke Apindo,” jelasnya.

selain itu lanjutnya, banyak juga pihak-pihak yang masih keliru memahami restrukturisasi tersebut.

“Jadi dengan begitu pelaku usaha terutama yang terdampak corona bisa segera melakukan restrukturisasi kredit untuk membantu bertahan dalam kondisi sulit ini,” jelasnya.(leo)