batampos.co.id – Seribu warga Kota Batam yang masuk daftar Orang Dalam Pengawasan (ODP) menjadi prioritas utama utnuk dilakukan pemeriksaan terkait penyebaran virus corona dengan menggunakan rapid test.

Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota
Batam, Amsakar Achmad, menyatakan, pihaknya saat ini akan mendistribusikan ratusan rapid test, termasuk dari bantuan pengusaha.

“Kami akan distribusikan hari ini (kemarin, red) melalui Dinkes dan diteruskan ke puskesmas. Selanjutnya petugas kita langsung lakukan pemeriksaan awal,” katanya, Jumat (27/3/2020).

Ia mengatakan, yang menjadi prioritas adalah pemeriksaan pada ODP yang dirilis Dinkes Kepri serta orang dengan gejala memenuhi ODP  namun perlu pemeriksaan lebih lanjut yang telah disisir oleh Pemko Batam.

“Ada sekitar 1.000 lebih (ODP), tapi alat masih 800 ini kami sesu-
aikan nanti,” imbuhnya.

Ia mengatakan, orang dengan gejala memenuhi ODP namun perlu pemeriksaan lebih lanjut yang telah disisir oleh tim Pemko Batam mencapai 583.

Ke depan, pihaknya akan melakukan sinkronisasi data antara Kepri dan Batam.

“Ini kami sudah rapatkan,” ujarnya.

Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam, Amsakar Achmad, saat berbincang dengan warga Batam yang di karantina di Rusun BP Batam dan sudah diperbolehkan pulang karena steril dari virus corona. Foto; Cecep Mulyana/batampos.co.id

Amsakar menyebutkan, pola pemeriksaan nanti dipersiapkan dua opsi.

Yakni dengan petugas turun langsung ke rumah-rumah warga  atau warga yang akan diperiksa dikumpulkan dulu di tempat karantina.

“Akan disesuaikan. Apakah petugas ke lapangan atau yang kita
data kita bawa ke karantina. Dua opsi ini guna pengecekan,”
jelasnya.

Ia menyebutkan, walau ada yang menganggap rapid test kurang akurat, namun sejauh ini alat tersebut minimal dapat membantu penanganan Covid-19.

“Paling tidak ini ada gambaran, ini sangat penting bagi kami. Paling tidak menambah keyakinan kita melakukan penanganan,”
ujarnya.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, menyebutkan, pada prinsipnya ia sangat ingin masyarakat dites semua.

Namun keadaan tidak memungkinkan dengan kondisi alat yang terbatas. Namun, diakuinya bantuan terus berdatangan.

Bahkan ia telah ditelepon Dubes Singapura dan ditawari ribuan rapid test.

“Ditawarin ada 10 ribu rapid test. Saya sampaikan ke Didi (Kepala Dinkes Batam) dan Yusfa (Asisten 1 Pemko Batam) untuk tindaklanjuti,” kata dia.

Rudi mengaku, warga yang memiliki keluhan sakit tertentu dan melakukan perjalanan dari daerah terjangkit data yang telah disisir oleh tim menunggu alat ini.

“Warga dengan gejala tertentu yang tim sisir belum dibawa ke fasilitas karantina, salah satunya menunggu alat ini. Dengan alat ini, akan langsung kami tes warga yang prioritas,” jelasnya.

Rudi juga meluruskan sejumlah isu yang berkembang di tengah masyarakat seiring merebaknya Covid-19.

“Pertama ada isu pekerja diliburkan. Saya dan gubernur tidak pernah menyampaikan itu, belum sampai ke sana kami,”
ujarnya.

Isu lain yang juga berkembang adalah pasar akan ditutup. Rudi juga menegaskan informasi tersebut palsu alias hoaks.

“Mau pasar, mau mal, mau rumah makan boleh buka, yang kami larang adalah kalau berkerumun,” imbuhnya.

Maka dari itu, pihaknya menerapakan kebijakan tetap di rumah jika tidak ada hal yang penting di luar.

Menerapkan belajar maupun bekerja dari rumah hingga mengimbau masyarakat menarapkan jaga jarak satu sama lain.

“Silakan belanja, tak saya larang, yang penting jaga jarak. Terapkan social distancing,” imbuhnya.

Ia meminta masyarakat selalu menyediakan antiseptik dan jika tidak ada harus sesering mungkin mencuci tangan.

Di sejumlah titik, Pemko Batam bersama berbagai pihak sudah menyiapkan tempat cuci tangan.(iza)