batampos.co.id – Mewabahnya virus corona (covid-19) tidak hanya berefek kepada dunia usaha, tapi juga pernikahan.

Pasalnya saat ini jumlah pendaftaran pernikahan di Kementerian Agama Kota Batam mengalami penurunan hingga 50 persen.

Kepala Seksi Bimas Islam Kementerian Agama Kota Batam, Dirham, mengatakan, biasanya, setiap bulan lebih dari 500 pasangan mendaftarkan pernikahan di 12 Kantor Urusan Agama (KUA) di Batam.

“Tapi sejak pandemi virus corona, jumlah pendaftaran
berkurang drastis,” katanya, Jumat (27/3/2020).

Tidak hanya itu, ketentuan menikah juga diatur ketat. Seperti larangan membawa rombongan saat akad nikah KUA.

“Protokol itu antara lain, menikah di KUA tidak boleh lebih dari 10 orang. Mereka yang boleh masuk, yakni pasangan pengantin,
petugas KUA, saksi, dan wali nikah. Jadi tidak boleh ramai,”
ujarnya.

Dirham menjelaskan, masyarakat juga merespon Surat Edaran Wali Kota Batam maupun Kementerian Agama untuk mengurangi kegiatan yang mengumpulkan orang banyak.

Ilustrasi. Buku Nikah. Foto: JawaPos.

Meski begitu, KUA tetap wajib melayani pendaftaran pernikahan dan mengutamakan layanan bagi mereka yang sudah terjadwal sebelumnya.

”Karena ini menyangkut kebutuhan umat, jadi harus dipenuhi. Namun ada beberapa protokol yang harus dipenuhi,” ujar Dirham.

Meskipun di tengah kondisi saat ini, petugas KUA tetap menjalankan tugasnya. Mereka juga khawatir akan penularan virus ini, namun tetap mengutamakan kebutuhan masyarakat yang ingin menikah.

”Mereka juga ketakutan dan minta kerja dari rumah. Namun sulit. Untuk itu, kami meminta pasangan harus patuhi protokol tersebut,” ucapnya.

Bagi yang akan mendaftar menikah, kata Dirham, tetap diterima. Namun tidak sedikit juga pasangan yang menunda pernikahan mereka karena kondisi saat ini.

”Itu tergantung pasangannya. Yang jelas untuk resepsi karena adanya keramaian itu disarankan tidak ada. Untuk pernikahan kami tetap layani,” terangnya.

Setiap tahun, sebanyak 6 ribu pasangan tercatat mendaftarkan pernikahan mereka.

Apapun kondisinya, pernikahan merupakan hal positif dan sakral. Untuk itu, tidak ada alasan untuk tidak mendapatkan pelayanan dari KUA.

”Semoga wabah Covid-19 ini cepat berlalu, sehingga semuanya bisa kembali normal, termasuk pelayanan pernikahan ini,” tutup Dirham.(yui)