batampos.co.id – Data jumlah kasus positif terpapar virus corona (Covid-19) di Kepri hingga Minggu (29/3/2020)
bertambah delapan orang.

Dengan rician dua dari Batam dan enam dari Tanjungpinang. Maka, jika ditambahkan data enam orang sebelumnya, maka total keseluruhan di Kepri yang positif Covid-19 menjadi 14 orang.

Penambahan delapan orang tersebut merupakan hasil rapid test yang dilakukan masing-masing tim kesehatan kabupaten/kota di Kepri.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana, membenarkan hasil rapid test di Tanjungpinang ditemukan enam orang positif Covid-19.

Lima di antaranya Orang Dalam Pemantauan (ODP) dengan kondisi sehat yang merupakan rombongan jemaah tabligh yang pulang dari Malaysia, belum lama ini.

Sedangkan di Batam dua orang positif juga hasil rapid test.

Ilustrasi. batampos.co.id

“Iya, ada penambahan 8 orang positif Covid-19. Namun akan
dilakukan pemeriksaan metode PCR (Polymerase Chain Reactio) juga,” kata Tjetjep, saat menyampaikan perkembangan Covid-19 di Kepri, Minggu (29/3/2020).

Dijelaskan Tjetjep, untuk enam orang dari Tanjungpinang  tersebut, lima orang di antaranya saat ini sedang dikarantina di rumah singgah rumah sakit dan satu orang merupakan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang kini dalam perawatan di ruang isolasi.

“Keenam orang ini berkaitan erat dengan perjalanan ke
Malaysia,” ujarnya.

Tjetjep menjelaskan, lima orang yang berada di rumah singgah itu akan dikawal oleh Satpol PP dan kepolisian.

Mereka tidak boleh keluar dan tidak boleh dijenguk siapapun.  Sedangkan segala kebutuhannya akan dilayani manajemen  rumah sakit.

Tjetjep mengatakan, perlu diketahui bersama, ada dua jenis laporan pasien positif Covid-19 yaitu metode PCR dan metode rapid test dengan hasil cepat, yakni hanya dalam waktu 10 menit.

“Jadi, saat ini total semua di Kepri yang positif 14, enam orang menggunakan metode PCR oleh Kementerian Kesehatan, dan delapan dari rapid test,” paparnya.

Dia menekankan, hasil rapid test tersebut diperoleh hingga Minggu (29/3/2020) pukul 15.00 WIB.

Sementara untuk hasil pada sorenya belum diketahui, termasuk data rapid test dari Karimun.

“Hasil rapid test ini tidak jauh berbeda atau hampir sama dengan hasil pemeriksaan yang dilakukan Kementerian Kesehatan,” ungkapnya.

Masih kata Tjetjep, alat rapid test yang ada saat ini sebanyak 3.600. Namun tidak sekaligus diserahkan ke kabupaten/kota di Kepri.

Hanya 1.500 unit yang sudah dibagikan, karena puncak dari  penyebaran virus corona di Kepri belum diketahui.

“Jangan sampai saat memuncak Kepri malah kehabisan alat rapid
test,” imbuhnya.

Ia menambahkan, mereka yang melakukan rapid test, ada PDP dan orang yang kontak erat dengan kasus positif, tenaga medis, dan para ODP yang dikarantina.

Kemudian, untuk ke depannya, sambungnya, pihaknya akan membedakan pemeriksaan Tenga Kerja Indonesia (TKI) yang pulang melalui kabupaten/kota di Kepri.

Seperti di Karimun, Batam, dan Tanjungpinang. Mereka dibedakan juga dengan warga Kepri dan bukan Kepri.

“Jika bukan warga Kepri, datanya akan dilaporkan ke pusat  tersendiri. Jika TKI ini warga Kepri maka datanya akan ma-
suk ke kita,” tambahnya.(she/peri)