batampos.co.id – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana, mengatakan, guna mendukung operasional tahap awal Rumah Sakit Khusus Infeksi di Galang, Batam memerlukan 100 relawan dan tenaga medis.
Menurut Tjetjep, pihaknya bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Batam dalam melakukan rekrutmen ini.
Ia berharap kebutuhan ini segera terpenuhi sehingga RS Khusus Infeksi tersebut bisa segera memberikan manfaat bagi pemerintah dalam mencegah dan melawan Corona Virus (Covid-19)
”Sesuai dengan anjuran Palang Merah Indonesia (PMI) pada tahap awal kita membutuhkan 100 relawan dan tenaga medis. Proses rekrutmen juga melibatkan Kodim Batam,” ujar Tjetjep Yudiana, Minggu (29/3/2020) di Tanjungpinang.
Dijelaskannya, spesifikasi yang dibutuhkan adalah dokter umum, perawat, apoteker, psikologi klinis, tenaga teknis kefarmasian, radiografer, D3 gizi.
Selain itu juga dibutuhkan sanitarian, teknik elektro medik, dan perekam medis.
Ditegaskannya, kebutuhan sumber daya manusia tersebut akan meningkat, ketika terjadi eskalasi kasus.

Selain diperuntukan khusus bagi menangani Covid-19 di Provinsi Kepri, rumah sakit tersebut juga dirancang untuk kebutuhan nasional.
”RS Infeksi Galang memiliki fasilitas observasi, dan fasilitas isolasi. Termasuk sarana pendukung untuk tenaga medis, ruang farmasi, radiologi, gizi, hingga laundry. Tidak itu saja, RS Infeksi Galang juga dilengkapi dengan landasan helipad,” jelasnya.
Lebih lanjut katanya, rumah sakit yang terletak di bekas kamp pengungsi Vietnam itu menyediakan 340 kamar untuk observasi dan 20 kamar isolasi.
Ruang Isolasi yang dibangun adalah ruang isolasi berstandar ICU. Fasilitas pendukung juga disiapkan.
Termasuk fasilitas spesialis sebagai penunjang operasional pelengkap rumah sakit.
Ditambahkannya, kehadiran infrastruktur yang dibangun cepat oleh pemerintah ini adalah upaya untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat, tentang keseriusan pemerintah dalam mencegah dan melawan Covid-19.
”Upaya ini tentunya akan sia-sia, apabila imbauan yang dikeluarkan pemerintah tidak didukung oleh masyarakat,” jelasnya.
“Artinya kita harus saling mendukung, sehingga terjadi keseimbangan. Salah satu caranya adalah tetap berada di rumah, hindari keramaian, lakukan jaga jarak aman sesuai dengan imbauan pemerintah,” tutup Tjetjep.
Sementara itu, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Kepri, TS Arif Fadillah, menegaskan, Kepri akan terus mendukung operasional RS Khusus Infeksi di Galang.
Sebagai rumah sakit rujukan nasional, segala kesiapan harus sesuai standar.
Menurutnya, sampai sejauh ini kesiapan sudah mendekati sempurna.
Ia berharap infrastruktur tersebut sudah mulai difungsikan pada hari ini, Senin (30/3/2020), sehingga secepatnya memberikan
manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.
”Kesiapan ini menjadi penting karena pasien yang nanti dirujuk bisa berasal dari berbagai wilayah di tanah air,” tuturnya.
“Tapi secara umum, baik infrastruktur, alat medis, sarana prasarana hingga tenaga medis sumber daya manusia,” tegasnya lagi.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepri tersebut menambahkan, Gugus Tugas akan terus berkoordinasi, memenuhi kekurangan terkait operasional nanti.
Secara bertahap, akan terus berkoordinasi dengan semua pihak.
”Hanya dengan koordinasi yang baik inilah, bersama-sama kita akan terus melawan pandemi corona dari wilayah Kepri,” jelasnya.(jpg)
