batampos.co.id – Kabupaten Lingga, khususnya wilayah Dabo Singkep, mengalami musim kemarau yang mengakibatkan sejumlah sumur dan sumber air menyusut drastis.

“Sumur kami sudah mengalami penyusutan debit air yang cukup parah, terpaksa harus menunggu lama untuk mengambil air,” ujar Ani warga Desa Tanjungharapan, Minggu (29/3/2020).

Selain warga yang menggunakan sumur dan sumber air lainnya, keluhan yang sama juga dialami pelanggan PDAM Kabupaten Lingga.

Mereka mengeluhkan pasokan air bersih tidak sampai ke rumah mereka, sejak satu bulan yang lalu.

Ilustrasi. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Mereka mengaku berusaha mendapatkan air dengan membeli air bersih dari penjual air keliling dengan harga Rp 60 ribu untuk satu drum air bersih.

“Sudah sebulan kami tak menerima pasokan air bersih dari PDAM,” kata Epani warga Pasir Kuning atas.

Kondisi ini diperkirakan akan terus berlanjut jika musim kemarau panjang belum juga berakhir.

Selain itu, juga berdampak pada aktivitas perekonomian khususnya pada bidang depot pengisian air minum.

Sejumlah sumber air bersih yang dimanfaatkan beberapa pedagang depot pengisian air minum mengalami kekeringan.

Mereka mengaku sumber air yang selama ini mereka gunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumen mengalami kekeringan.(wsa)