Rabu, 15 April 2026

Warga Batam, Jaga Jarak saat Beraktivitas di Pasar Ya

Berita Terkait

batampos.co.id – Masyarakat Kota Batam diminta untuk menjaga jarak saat melakukan aktivitas di pasar sebagai langkah pencegahan penyebaran Covid-19.

”Tetap perhatikan jarak. Pedagang maupun pengunjung harus memakai masker,” kata Kepala Bidang Pasar Dinas Perindustrianb dan Peridagangan (Disperindag) Batam, Zulkarnain, Minggu (29/3/2020).

Tidak hanya itu, setiap orang yang keluar masuk pasar wajib mencuci tangan pada area yang telah di siapkan oleh pengelola pasar.

”Ini demi kebaikan bersama, pasar tetap buka karena kebutuhan dan di pasar harus wajib menerapkan pencegahan ini,” kata dia.

Lalu, bagaimana dengan pasar yang tidak menyediakan cuci tangan, ia menyebutkan, pihaknya telah bersurat kepada pengelola pasar untuk menyediakan ini.

”Besok (hari ini) juga ada pertemuan dengan Asosiasi Pasar Batam, kami akan imbau juga,” ucapnya.

Aktivitas berbelanja di tos 3000, Jodoh, Batam Kepri. Pemko Batam mengingatkan kepada warga dan pedagang untuk menjaga jarak sleama beraktivitas di pasar untuk mencegah penularan virus corona. Foto: batamposco.id / putut ariyotejo

Ia menyebutkan, hal ini seiring penegasan Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, bahwa pasar tidak ada yang tutup.

Namun di lapangan harus menerapkan jaga jarak. Bahkan, Kepala Disperindag Batam, Gustian Riau, telah mengarahkan bidang kerja di bawahnya untuk melakukan imbauan ke pasar-pasar, baik secara lisan melalui pengeras suara maupun menyebar span-
duk atau selebaran.

Imbaun langsung salah satunya merespons informasi yang tidak benar terkait pasar akan tutup.

”Sudah dimulai kemarin (Sabtu), besok (hari ini) kami lanjutkan lagi. Pada rapat itu juga akan dibicarakan lebih lanjut bagaimana evaluasi penyelenggaran kegiatan di pasar di tengah kasus wabah
ini,” papar dia.

Sebelumnya, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi meluruskan sejumlah isu yang beredar salah satunya perihal pasar. Rudi menegaskan informasi ini merupakan informasi palsu alias hoax.

”Mau pasar, mau mal, mau rumah makan boleh buka, yang kami larang adalah kalau dia berkerumun,” imbuhnya.

Maka dari itu, pihaknya menerapakan kebijakan tetap di rumah jika tidak ada hal yang penting di luar.

Menerapkan belajar maupun bekerja dari rumah hingga mengimbau masyarakat menarapkan jaga jarak satu sama lain.

”Silahkan belanja, tak saya larang, yang penting jaga jarak.
Terapkan sosial distancing,” kata dia.

Ia mengingatkan, jika tidak ada antiseptik, maka lebih baik
sering mencuci tangan dan ini lebih efektif.

”Di sejumlah titik kami siapkan juga tempat cuci tangan. Awasi diri kita supaya tidak terkena virus ini,” tambahnya.(iza)

Update