batampos.co.id – Jajaran Polsek Nongsa mengamankan 22 orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal dan seorang tekong dari Malaysia di Pantai Nongsa, Minggu (29/3/2020) pukul 03.30 WIB.

Penangkapan ini bermula dari informasi masyarakat yang melaporkan ada aktivitas tak
wajar terkait pemulangan satu rombongan TKI.

Kapolsek Nongsa, AKP Ramadhanto pun meminta jajarannya memastikan informasi.

”Informasi itu masuk Sabtu, 28 Maret lalu. Jadi, kami membentuk tim khusus yang me-
mantau kepulangan para TKI ilegal ini,” ujarnya, Senin (30/3/2020).

Tim khusus bertugas berpatroli dan mengawasi di laut, serta bertugas di pengamanan
pinggir pantai.

Setelah melakukan pengawasan dan pemantauan beberapa jam. Tim tersebut mendapati satu kapal yang memasuki perairan Pantai Nongsa.

seBanyak 22 tki ilegal dari Malaysia dikarantina selama 14 hari di rusun tanjung uncang , senin (30/3). Foto; Dalil harahap/batampos.co.id

Begitu kapal tersebut mendarat dan menurunkan penumpangnya, tim pun langsung mengepung lokasi pendaratan kapal tersebut.

”Kami tak lama-lama di TKP. Karena kondisinya seperti ini (pandemi Covid-19), kami
bawa semuanya ke Polsek Nongsa,” ujarnya.

Setiba di Polsek Nongsa, tenaga kesehatan dari Puskesmas Kabil dan Karantina Kesehatan Pelabuhan Telagapunggur telah menanti para TKI tersebut.

Satu per satu para TKI tersebut dicek kesehatannya.

”Alhamdulilah, tidak ada yang demam. Saya pun koordinasi dengan Dinas Kesehatan, lalu para TKI ini harus di-screaning dulu,” katanya.

Ke-22 TKI tersebut dibawa pihak Dinas Kesehatan ke Rusun Tanjunguncang, untuk  menjalani karatina selama 14 hari.

”Tekongnya masih berada di Polsek Nongsa. Namun, dia dipisahkan dari tahanan
lainnya,” kata Ramadhanto.

Dari pengakuan tekong tersebut, baru dua kali membawa TKI ilegal masuk ke Batam.
Sementara para TKI ilegal ini mengaku memilih jalur ilegal, karena sudah tidak bisa kem-
bali ke Indonesia melalui jalur legal.

”Tapi kami belum mendapatkan keterangan yang cukup banyak dari para TKI tersebut. Karena mereka harus menjalani proses di Dinkes dulu,” ungkapnya.

Ramadhanto mengaku akan tetap menggiatkan pemantauan dan pengawasan di jalur-jalur masuk TKI secara ilegal. Ia berharap juga informasi dari masyarakat.

”Sampaikan ke kami, ada informasi masuknya TKI secara ilegal ke Batam, khususnya Nongsa. Kami pasti akan menindak lanjuti informasi tersebut,” pungkasnya.(ska)