batampos.co.id – PT. Adhya Tirta Batam telah memasang Plat Steel untuk melindungi Pompa Intake di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Tanjungpiayu, agar tak menyedot lumpur. Pemasangan dilakukan pada Sabtu (28/3/2020) silam.

Langkah ini merupakan upaya yang dilakukan ATB, agar IPA Tanjungpiayu tetap bisa berproduksi ketika air di waduk Duriangkang terus menipis dan mendekati dasar waduk.

“Kami berharap ini bisa memperpanjang produksi air di IPA Tanjungpiayuselama beberapa hari kedepan,” ujar Head of Corporate Secretary ATB, Maria Jacobus.

Turunnya level air di Waduk Duriangkang telah membuat pompa intake semakin mendekati dasar waduk.

Potensi tersedotnya lumpur masuk ke pipa sangat tinggi, sehingga dapat menyebabkan rusaknya fasilitas IPA Tanjungpiayu.

PT. Adhya Tirta Batam telah memasang Plat Steel untuk melindungi Pompa Intake di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Tanjungpiayu, agar tak menyedot lumpur. Foto: ATB untuk batampos.co.id

Karena itu, ATB memasang 12 Plat Steel untuk mencegah lumpur masuk ke dalam pompa saat pipa makin dekat ke dasar waduk.

Masing-masing pompa akan diproteksi dengan 2 plat berukuran 1,2 meter x 1,2 meter.

“Posisi pompa sudah berjarak 40-50 cm dari dasar waduk. Dengan memasang plat steel untuk membatasi pompa dan lumpur, jangan sampai pompa menyedot lumpur,” jelas Maria.

Apabila intensitas curah hujan tidak mencukupi waduk Duriangkang hingga mencapai batas aman produksi, IPA Tanjung Piayu diprediksi hanya mampu bertahan sekitar 15 hari kedepan.

IPA ini paling berdampak saat level air di waduk Duriangkang terus surut.

Memiliki enam pompa intake yang aktif beroperasi, posisi pompa sudah disesuaikan seiring berkurangnya air baku.

“Posisi pompa disesuaikan dengan kondisi air baku yang terus surut, level air baku sudah mengkhawatirkan dan berpengaruh pada pompa,” ucap Maria.

Terbatasnya sumber air baku di Pulau Batam harus menjadi perhatian bersama. ATB meminta seluruh pelanggan tetap bijaksana menggunakan air.

Gunakan air bersih hanya untuk kebutuhan yang penting saja. Sementara untuk kebutuhan sampingan, budayakan Reuse, Reduce dan Recycle (3R).

“Mari sama-sama tunjukan kepedulian kita dengan gunakan air seperlunya, bukan secukupnya,” tutur Maria.(*)