batampos.co.id – Warga Ranai Kabupaten Natuna, kembali mengeluhkan kekurangan air sejak beberapa hari terakhir.

Beberapa lokasi yang mengalami kekurangan air seperti di Air Kolek maupun di Pering.
Air PDAM yang dialirkan ke rumah warga diberlakukan bergilir.

Filiang, warga kampung Pering, mengaku sudah beberapa hari terakhir air PDAM hanya mengalir malam hari.

Hal itu menyebabkannya harus menampung air di malam hari untuk kebutuhan sehari-
hari.

“Air PDAM sudah digilir lagi sekarang.  Beberapa hari ini air di siang hari mati, malam
baru ngalir,” ungkap Filinag, Minggu (29/3/2020).

Ilustrasi air bersih. Foto: JawaPosair

Keluhan serupa diakui Faturahman, warga Kampung Air Kolek. Warga di kampung-
nya sudah mengeluh kekurangan air, karena air PDAM sudah sering tidak mengalir.

“Untuk mencuci tangan pun sulit. Padahal saat ini kita disarankan sering-sering cuci tangan, antisipasi penularan corona. Bagaimana kondisi ini pak Bupati, mohon
diperhatikan,” keluhnya.

Seperti diketahui, wilayah Ranai sekitarnya mengalami cuaca kering sejak sebulan terakhir.

Tidak adanya cadangan air baku menyebabkan kekurangan air menjadi lang-
ganan meski musim kemarau hanya sebulan.(arn)