Kamis, 16 April 2026

RS Pulau Galang Beroperasi 5 April, Siapkan 1.000 Tempat Tidur

Berita Terkait

batampos.co.id – Kementerian PUPR terus menyelesaikan pembangunan fasilitas observasi, penampungan, dan karantina pasien korona di Pulau Galang, Kepulauan Riau. ”Progres konstruksi saat ini sudah 92 persen,” kata Dirjen Cipta Karya PUPR Danis Sumadilaga, Senin (30/3).

Semula, fasilitas itu ditargetkan selesai pada 28 Maret 2020. Namun, karena pengiriman material konstruksi terkendala cuaca buruk, target penyelesaian bergeser menjadi 5 April 2020. ”Target ini disesuaikan dengan memperhatikan keterlambatan pengiriman material, pemasangan instalasi kesehatan, dan mobilisasi petugas medis,” katanya.

Pembukaan RS Khusus Infeksi di Pulau Galang, Batam, mundur hampir sepekan dari target karena terkendala cuaca buruk. (CECEP MULYANA/BATAM POS)

RS Pulau Galang dirancang mampu menampung 1.000 tempat tidur. Danis mengatakan, pada tahap pertama akan dibangun dua gedung bertingkat dua yang mampu menampung 340 tempat tidur. Dari jumlah itu, yang diprioritaskan diselesaikan lebih dulu sebanyak 240 tempat tidur. Rencananya, tempat tidur itu diperuntukkan orang dalam pemantauan (ODP). Sisanya yang 100 tempat tidur diperuntukkan pasien dalam pengawasan (PDP).

Lokasi yang dipilih untuk pembangunan fasilitas tersebut adalah bangunan eks pengungsi Vietnam dan area pengembangan yang berjarak 60 km dari Bandara Hang Nadim, Batam. Di sana ada lahan seluas 20 hektare di antara total luas area 80 hektare yang akan dimanfaatkan.

Pembangunan fasilitas observasi penyakit menular di Pulau Galang dibagi menjadi beberapa zona. Antara lain, zona A meliputi gedung penunjang seperti mes petugas, dokter, dan perawat; gedung sterilisasi, gedung farmasi, gedung gizi, laundry, gudang, dan power house. Zona B meliputi fasilitas penampungan dan fasilitas pendukung seperti ruang isolasi, ruang observasi, laboratorium, ruang sterilisasi, GWT, sentral gas medis, instalasi jenazah, landasan helikopter (helipad), dan zona utilitas.(jpg)

Update