Sabtu, 25 April 2026

Presiden Larang Daerah Lakukan Lockdown

Berita Terkait

batampos.co.id – Presiden Joko Widodo kembali mengingatkan pemerintah daerah (Pem da) untuk tidak melakukan karantina wilayah atau lockdown, meski undang-undang membolehkan.

Ia lebih setuju Pemda melakukan pembatasan sosial secara meluas. Penegasan ini  disampaikan Jokowi saat meninjau pembangunan Rumah Sakit Khusus Penyakit Menular atau RS Darurat Covid-19 di Pulau Galang, Batam, Rabu (1/4/2020) siang.

“Yang benar itu pembatasan sosial secara meluas. Warga tetap di rumah jika tak ada hal penting dikerjakan di luar. Sehingga aktivitas ekonomi bisa tetap berjalan, termasuk industri,” ujarnya, usai melihat ruang isolasi dan ruang observasi yang telah selesai dibangun di atas lahan bekas kamp pengungsi Vietnam tersebut.

Menurutnya, karantina wilayah atau lockdown kurang tepat diterapkan. Apalagi di pusat bisnis dan industri.

Sebab, jika itu diterapkan, maka semua aktivitas terhenti, termasuk aktivitas bisnis dan industri.

Sehingga bisa menimbulkan dampak yang lebih besar terhadap perekonomian masyarakat.

Selain itu, karantina wilayah membutuhkan biaya yang besar. Sebab, seluruh kebutuhan masyarakat yang dikarantina akan ditanggung pemerintah.

Presiden Joko Widodo. Foto: Agung Sumandjaya /Radar Sulteng/jpg

Sehingga pilihan terbaik, pembatasan sosial dalam skala luas, karena tak sampai mematikan industri dan aktivitas ekonomi lainnya.

Hal ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 21/2020 yang diteken langsung  Presiden, sehari sebelum kedatangannya ke Galang, yakni Selasa (31/3/2020) lalu.

Lockdown itu apa? Lockdown itu, semua orang tak boleh keluar rumah. Semua sarana transportasi harus berhenti beroperasi, termasuk kendaraan pribadi maupun umum,” jelasnya.

“Tak boleh ada yang di jalanan selain petugas. Semua jadi terhenti,” ujarnya lagi.

Jokowi mengaku tak mau itu terjadi. Untuk itu, penerapan pembatasan sosial secara
meluas pilihan terbaik.

Namun dalam pelaksanaannya, Jokowi meminta semua kekuatan sumberdaya yang
ada, digunakan menjadi satu kekuatan yang kompak. Sehingga pembatasan sosial ini berjalan efektif.

“Jangan sendiri-sendiri. Semua harus kompak. Dari pejabat paling tinggi hingga ke jajaran RT/RW. Semua harus mengambil peran dan masyarakat harus ikut mendukung,” ujarnya.

Jokowi juga meminta masyarakat disiplin menjalankan program pembatasan sosial
dalam skala besar.

“Artinya, disiplin menjaga jarak atau physical distancing, social distancing, jangan keluar rumah jika tak penting. Pokoknya harus jaga jarak,” tegasnya.

Selama pembatasan sosial secara meluas dilakukan, Pemda juga diharapkan bisa memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama yang terdampak dari program ini.

“Ada semacam jaring pengaman sosial,” ujarnya.

Jokowi yakin, jika semua disiplin menjaga jarak aman, selalu mencuci tangan, menjaga kebersihan, menjaga kesehatan, menghilangkan kebiasaan memegang hidung, mulut, mata, dan membiasakan mencuci tangan, maka tidak akan mudah tertular Covid-19.(jpg)

Update