Rabu, 28 Januari 2026

Kabar Baik, Dua Pasien Positif Corona di Kepri Sembuh

Berita Terkait

batampos.co.id – Kabar baik bagi warga Provinsi Kepri. Dua pasien positif terpapar virus corona (Covid-19) berhasil sembuh setelah beberapa hari mendapatkan perawatan di rumah sakit rujukan. Satu di Tanjungpinang, satu lagi di Karimun. Sementara di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam ada 12 pasien dalam pengawasan (PDP) yang juga dinyatakan sembuh.

Pasien Covid-19 di Tanjungpinang yang berhasil sembuh adalah pasien positif pertama di Tanjungpinang. Dia adalah TK berusia 71 tahun. “Dinyatakan sembuh setelah hasil swab tenggorokan yang kedua dinyatakan negatif,” ujar Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul, Kamis (2/4).

Pria yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tanjungpinang, bersyukur pasien lansia (lanjut usia) ini berhasil sembuh. Ia juga berterima kasih atas kerja keras dan berani tim medis yang menangani TK.

Sementara pasien kedua di Kepri yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 juga pasien positif Covid-19 pertama di Karimun. Ia menjalani lebih dari setengah bulan di Rumah Sakit (RS) HM Sani. Ia sembuh setelah hasil pengambilan sampel yang dilakukan 4 kali.

“Alhamdulillah, pasien 01 yang positif Covid-19 sudah sembuh,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Rahmadi, Kamis (2/4).

Dia menyebutkan, dalam pengambilan sampel sebanyak 4 kali, dua kali positif hasilnya. Yakni pengambilan sampel pertama dan kedua. Sedangkan pengambilan sampel ketiga dan keempat dinyatakan negatif.

“Hasil pemeriksaan sampel swab yang ketiga dan keempat kita terima dua hari lalu, negatif,” ujarnya.

Meski sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19, namun yang bersangkutan masih harus menjalani perawatan. Namun, ruang perawatannya tidak lagi ditempat khusus di ruang penanggulangan pasien Covid-19. Dia telah dipindah ke ruangan lain. “Dia (pasien 01 Karimun, red) akan diperbolehkan pulang jika kondisi tubuhnya sudah benar-benar sehat,” kata Rahmadi.

Menyinggung tentang satu warga yang positif reaktif berdasarkan hasil rapid test atau tes cepat, Rahmadi mengatakan, untuk orang yang bersangkutan sudah dimasukkan ke ruangan perawatan isolasi di lokasi yang telah disiapkan pemerintah. “Tadi
malam (kemarin, red) sudah dimasukkan ke dalam ruang isolasi. Hal ini dilakukan dalam rangka pencegahan,” ungkapnya.

Dikatakannya, untuk pengambilan sampel swab tenggorokan sudah dilakukan dan juga sudah dikirimkan ke Balitbang Kemenkes di Jakarta. “Mudah-mudahan hasilnya bisa segera kita ketahui. Apakah benar-benar positif atau tidak. Sebab, tes cepat yang dilakukan persentasenya tidak bisa dikatakan 100 persen,” ujarnya.(san/cr2)

Update