Selasa, 28 April 2026

Sat Nusapersada Gelar Penyemprotan ke Permukiman

Berita Terkait

batampos.co.id – PT Sat Nusapersada dan Sauna Grup melakukan penyemprotan disinfektan ke sejumlah permukiman di Batam dalam upaya memerangi virus corona. Peluncuran kegiatan ini diadakan di pelataran PT Sat Nusapersada, Pelita, Kamis (2/4/2020).

Kegiatan ini akan berlangsung hingga dua bulan ke depan. Ada enam unit mobil dikerahkan mendukung kegiatan ini. Ketua Sauna Group, Ivan Siregar, mengatakan, sasaran penyemprotan dalam kegiatan ini ini adalah kawasan-kawasan permukiman yang tidak terjangkau, seperti permukiman liar.

“Seperti Bukit Samyong, Bukit Senyum, dan lain-lain,” ujar Ivan.

Penyemprotan ini, kata Ivan, adalah bentuk kepedulian mereka untuk memerangi virus corona di Kota Batam.

Presiden Direktur PT Sat Nusapersada, Abidin, mengatakan, kegiatan ini adalah wujud kepedulian pengusaha atas situasi yang terjadi. Pengusaha Batam, kata dia, takkan pernah meninggalkan Batam, apapun yang terjadi.

Presiden Direktur PT Sat Nusapersada, Abidin Hasibuan (kemeja biru) saat memberikan arahan. PT Satnusa Persada dan Sauna Grup melakukan penyemprotan disinfektan ke sejumlah permukiman di Batam dalam upaya memerangi virus corona. Foto: Istimewa untuk batampos.co.id

“Kami ini Merah Putih. Susah senang kami akan selalu di Batam. Pengusaha takkan pernah lari. Kami akan berjuang bersama-sama dengan masyarakat memerangi virus corona ini,” ujar Abidin.

Menurut Abidin, dalam situasi seperti ini soliditas dan kekompakan semua kalangan sangat dibutuhkan.

“Sekaranglah saatnya kita saling bahu membahu, yang punya membantu yang perlu dibantu,” ujar Abidin.

Ia juga menyarankan warga untuk mentaati imbauan pemerintah tetap di rumah, terutama mereka yang tidak memiliki kepentingan mendesak.

“Terkecuali orang yang bekerja dan mencari nafkah, itu secara terpaksa,” kata Abidin.

Ia memberi contoh keberhasilan Tiongkok menangani corona.

“Kenapa Cina bisa lolos dari wabah ini, yang pertama masker diwajibkan. Kalau tidak bisa dipidana. Yang kedua, tidak boleh ada salam. Ketiga, rajin cuci tangan dan yang terakhir tidak boleh berkumpul lebih dari lima orang,” tutur Abidin.

Persatuan dan kekompakan masyarakat bisa mengatasi masalah ini.

“Kesalahan yang lalu kita ubah. Jika semuanya bersatu, kita bisa lolos dari musibah ini,” kata Abidin.(*)

Update